Tentang Teror

sedih

Tadi sore, anak laki-laki saya yang duduk di kelas tujuh bertanya mengapa ada terorisme dan siapa yang pertama kali memulainya.

Pertanyaan yang muncul setelah menonton berita sore mengenai bom di Kampung Melayu Jakarta itu mau tak mau membuat saya berpikir keras. Saya mencoba mengingat-ingat lagi beberapa buku bertema sejarah yang pernah saya baca. Dan, meski senang baca buku, saya lumayan payah dalam hal mengingat apa yang saya baca. Continue reading “Tentang Teror”

Majalah dan Saya

majalah hai tutup

Bulan depan, majalah Hai akan terbit buat terakhir kalinya. Konon sih, sebab belum ada pernyataan resmi dari pihak majalah. Saya hanya baca soal ini kemarin di Twitter dan forum Kaskus.

 

Jika benar, maka ini sudah kesekian kalinya majalah-majalah populer gulung tikar, nggak terbit lagi. Sedih deh dengernya, sebab majalah Hai itu memento banget buat saya. Majalah Gadis juga. Bisa dibilang kedua majalah itu berperan besar di masa remaja saya.

Continue reading “Majalah dan Saya”

Taruna

Danbo Sedih

Satu lagi anak muda mati sia-sia. Institusi ini atau itu, tak pernah ada kejelasan bagaimana kesalahan semacam itu terjadi dalam sistem ketika calon tarunanya mati atas nama kekerasan oleh senior. Oh, barangkali para kakak kelas itu tak jahat, mereka cuma tidak tahu bahwa gak setiap orang tahan dipukuli sampai mati.

Begitulah, sejak remaja ayah saya melarang saya pacaran – apalagi kawin dengan tentara. Lucunya, sewaktu SD saya pernah tertarik masuk ABRI, sebab terinspirasi film 30S/PKI yang – demi mengutuki komunisme – wajib ditonton seluruh pelajar se-Indonesia.

Continue reading “Taruna”

Random Kindness

berbagi kebaikan

Suatu siang di Jakarta, saya menumpang mobil kawan. Saat melewati gerbang tol, ia membuat saya terheran-heran, sebab ia membayari juga mobil di belakangnya. Tentu saja saya bertanya, dan jawabannya membikin saya lebih heran lagi. Katanya ia tak tahu siapa empunya mobil di belakang itu, ia hanya suka berbuat baik. Ia senang membayangkan wajah pengemudi tak dikenal itu bahagia karena tak perlu lagi membayar. Continue reading “Random Kindness”

Ngapem, Nyadran dan Padusan

ngapem tradisi sebelum ramadhan

Menjelang bulan puasa, saya suka mengamati kegiatan penduduk kampung dekat rumah, yang barangkali juga dilakukan kebanyakan kampung di Jogja dan Jawa tengah. Setidaknya ada tiga tradisi sakral turun temurun yang masih wajib dijalankan sampai sekarang; Ngapem, Nyadran dan Padusan. Namanya tradisi, memang gak berhubungan dengan ajaran Islam, cuma tanpanya berpuasa terasa ada yang kurang.
Continue reading “Ngapem, Nyadran dan Padusan”