Tak (Lagi) Terhubung

Juni. Benar-benar bulan yang sibuk. Saya baru punya waktu luang sekitar dua hari yang lalu setelah sejak awal bulan ini, pekerjaan seperti gak membolehkan saya bersantai. Senang ada momen lebaran, jadi semua kegiatan bisa berhenti untuk beberapa hari. Meski tak benar-benar istirahat karena tetap menyiapkan segala keperluan hari raya, setidaknya saya punya waktu untuk curhat di blog sendiri.

Jadi kali ini saya ingin masturbasi, artinya bersenang-senang dengan diri sendiri, menceritakan hal-hal tak penting dalam postingan ini. Sebentar, tak sepenuhnya tak penting sih, sebab akhir April lalu ada insiden kecil yang lumayan mengubah cara pandang saya hingga hari ini.

Continue reading “Tak (Lagi) Terhubung”

Utopia

blue door
I think John Lennon gave us nothing but utopia…

 

Begitu potongan komentar seorang kawan beberapa waktu lalu pada postingan Beyond Border.

Utopia. Benar, mendengar kata ini mungkin kamu akan langsung teringat tulisan Sir Thomas More yang terbit tahun 1516. Buku tersebut mendeskripsikan kehidupan masyarakat sempurna di negeri khayalan.

Tapi saya malah teringat pelajaran bahasa Indonesia sewaktu SD. Buat saya, kalimat ”Ini Budi. Itu ibu Budi” bukan sekedar pelajaran mengeja. Lebih dari itu, ia adalah sebuah doktrin tentang kehidupan ideal yang terus ditanamkan ke otak.  Continue reading “Utopia”