Thought Pieces

I love words that touch my heart, jump with merriment, ring with truth

Month: August 2017

Jatah

Sebetulnya saya jarang menyantap daging kambing atau sapi, sebab dilema. Bukan soal kolesterol atau diet, hanya saja saya selalu menderita sembelit akut bila makanan saya beurusan dengan daging. Padahal seperti kebanyakan orang, saya ya ngiler juga mencicipi tongseng, gule atau sate kambing. Kebetulan keluarga sayajuga bukan fans berat daging hewan berkaki empat. Mereka lebih suka ikan dan sesekali daging unggas. Ini kenapa ketika Idul Adha datang, sementara ibu-ibu rumah tangga biasanya heboh menyiapkan santapan berbahan daging, saya tak terlalu memusingkan hal itu.

Setiap Idul Adha, saya melihat begitu banyak orang yang mengantri – lengkap dengan kuponnya – buat mendapat daging sapi dan kambing gratisan. Kecuali si mbah yang suka membantu membersihkan rumput di halaman rumah saya.

Continue reading

Semangat Kemerdekaan

Bagaimana semangat kemerdekaan kamu?

Di masa perjuangan, semangat kemerdekaan diejawantahkan lewat kata ”Merdeka!” yang dipekikan sambil mengepalkan tangan ke atas sementara tangan lain menggenggam bambu runcing. Kata ”Merdeka” diucapkan sebagai salam sehari-hari, saat bertemu siapa saja. Di jalan, di pasar, di warung kopi, di kota, di desa, di hutan. Pokoknya di mana pun kita bisa bertemu manusia Indonesia lain.

Continue reading

Hari Kemerdekaan

Beberapa tahun lalu, seseorang berkebangsaan Australia tinggal di homestay yang saya kelola. Pada pagi di tanggal tujuh belas Agustus, ia dengan tulus mengucapkan selamat hari kemerdekaan pada saya. Entah kenapa ucapannya terasa aneh, namun saya tetap berterima kasih.

Continue reading

Misuh

Seorang kawan lama, ia diplomat Kanada yang sedang berlibur di Indonesia, mengunjungi saya di Jogja akhir pekan lalu. Dulu, ia belajar bahasa Indonesia dari saya, dan setelahnya kami berteman baik meski frekuensi bertemunya jarang.

Maka, Minggu malam kemarin kami seperti menumpahkan semua cerita setelah beberapa tahun tak berjumpa. Kami mengobrol banyak hal, mulai dari situasi politik dunia, pengalamannya tinggal di Jakarta, perjalanan tugasnya ke beberapa negara di Afrika, hingga topik-topik recehan.

Continue reading

Troli

Sebetulnya, ada yang lumayan mengganggu saya kalau pergi ke hipermarket. Areal koridor yang begitu luas seperti tak rela menganggur. Ia dipenuhi rak-rak barang yang membuat lebarnya berkurang sehingga tak beda dengan gang. Padahal troli belanja gak lagi berukuran medium, sebaliknya ia didesain dengan ukuran jumbo sehingga tak hanya bisa memuat belanjaan, tetapi anggota keluarga sekaligus. Dan troli-troli sebesar itu harus melewati gang-gang kelinci dalam bangunan hipermarket.

 

Continue reading

© 2017 Thought Pieces

Theme by Anders NorenUp ↑

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: