28101928

Posted on Posted in About LIfe

Kali ini saya mau sok nasionalis.

Dua puluh delapan Oktober mengingatkan saya pada ‘Imagine’-nya John Lennon. Meskipun penyejajaran ini keterlaluan, menurut saya pesan universalnya sama. Protes atas pengkotak-kotakan! Meskipun tujuh puluh tujuh tahun yang lalu bangsa kita telah membulatkan tekad satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa – nyatanya sampai sekarang identitas (baca: pengkotak-kotakan suku, ras, agama dan gender) masih menjadi hal penting.

Saya tidak anti identitas. Namun kalau orang menempelkan cap pada identitas itu – menurut saya itu norak! Misalnya, setiap kali saya bilang ke seseorang saya lahir di Bandung, komentar yang keluar biasanya “Oh.. orang Sunda ya! Pantesan blablabla (menyebutkan cap yang menempel pada orang Sunda!)”. Hal ini berlaku buat temen-temen saya yang berasal dari Tegal, Medan, Makassar, dll.

Saya tidak anti identitas. Namun kalau identitas itu membuat seseorang menjadi lebih ekslusif – menurut saya itu menyebalkan! Misalnya sekelompok orang yang merasa sangat tahu dan sangat benar tentang agamanya, mereka membunuh siapa saja yang mereka anggap ‘tidak sejalan dengan Tuhannya’ – dengan bom misalnya!

Saya tidak anti identitas. Identitas membuat kita berbeda dengan lainnya. Dan perbedaan itu adalah bentuk keadilan tertinggi yang diberikan Sang Pencipta. Bayangkan kalau Dia menciptakan setiap makhluk sama – apa bedanya kita dengan film the Island atau pasukan Clone dalam Star Wars?

Facebook Comments