Sepatu

astrid savitri

Gegara rajin nontonin IG story, saya jadi tahu bahwa kaos yang dikenakan Pak Presiden saat peresmian kereta Bandara beberapa hari lalu itu adalah produk lokal. Saya lupa mereknya, tapi tetap takjub. Betapa tidak! Presiden yang satu ini memang fashionable. Sebelum kaos, beliau membuat heboh warganet dengan jaket bomber dan sepatunya. Pilihan sepatu beliau memang tak biasa untuk seorang berjabatan tinggi.  Continue reading “Sepatu”

Tahun Baru Ke Mana?

Pertanyaan standar saat ketemu teman dan kolega setelah libur panjang.

Cuma tetap bikin bete – sebab tahun ini saya memang tak ke mana-mana. Kesehatan ayah mertua yang perlu perhatian ekstra membuat kami sekeluarga sepakat untuk tidak berlibur seperti biasanya. Tapi, bukan keputusan itu yang membuat saya bete, melainkan pertanyaannya. Pertanyaan yang membikin seolah-olah tahun baru harus dirayakan secara meriah. Continue reading “Tahun Baru Ke Mana?”

Trotoar

trototar

Beberapa waktu yang lalu kehebohan mengenai guna trotoar muncul ketika seorang gubernur memiliki gagasan yang tak populer. Saya tak ambil pusing, toh saya tak tinggal di ibukota. Hanya saja, saya senang mencermati komentar-komentar warganet tentangnya. Sebagian besar mengritik gagasan tersebut, kebanyakan dengan pilihan kata tanpa etika. Continue reading “Trotoar”

Ibu Durhaka

hari ibu

Siapapun setuju bahwa Malin Kundang itu anak durhaka, tapi bagaimana dengan ibunya?

Menurut saya sih, ibu Malin Kundang juga bukan ibu yang baik, sebab dia mengutuk anaknya jadi batu! Begitu juga dengan Dayang Sumbi yang lebih suka memanipulasi anaknya, Sakuriang, ketimbang menjelaskan keadaan sebenarnya. Padahal mereka adalah ibu kandung. Agak nalar (walaupun tetap salah) jika mereka adalah ibu tiri, seperti ibunya bawang merah dan putih, tidak dianggap ibu yang baik. Continue reading “Ibu Durhaka”