Sepatu

astrid savitri

Gegara rajin nontonin IG story, saya jadi tahu bahwa kaos yang dikenakan Pak Presiden saat peresmian kereta Bandara beberapa hari lalu itu adalah produk lokal. Saya lupa mereknya, tapi tetap takjub. Betapa tidak! Presiden yang satu ini memang fashionable. Sebelum kaos, beliau membuat heboh warganet dengan jaket bomber dan sepatunya. Pilihan sepatu beliau memang tak biasa untuk seorang berjabatan tinggi.  Continue reading “Sepatu”

Tentang Teror

sedih

Tadi sore, anak laki-laki saya yang duduk di kelas tujuh bertanya mengapa ada terorisme dan siapa yang pertama kali memulainya.

Pertanyaan yang muncul setelah menonton berita sore mengenai bom di Kampung Melayu Jakarta itu mau tak mau membuat saya berpikir keras. Saya mencoba mengingat-ingat lagi beberapa buku bertema sejarah yang pernah saya baca. Dan, meski senang baca buku, saya lumayan payah dalam hal mengingat apa yang saya baca. Continue reading “Tentang Teror”

Uniformity

pensil warna, jadi penulis
Pernah dengar kata demassification?

Saya juga baru tahu tadi pagi waktu buka-buka Google untuk cari materi penulisan. Saya nggak bisa menerjemahkan dengan persis kata yang dipopulerkan oleh Alvin Toffler itu,  tapi ternyata pernah ada masa ketika para intelektual prihatin bahwa masyarakat dunia di masa depan akan benar-benar seragam. Industrialisasi berarti produksi massal dalam jumlah yang luar biasa banyaknya. Ini mungkin akan mengarah pada standarisasi dan sinkronisasi atas apa saja di dunia ini, yang ujung-ujungnya berakhir pada keseragaman. Continue reading “Uniformity”