When Life Gives You Surprises (Part 2)

I feel a bit sentimental tonight

Buat beberapa orang, ngomongin saat-saat sulit di masa lalu itu bikin malu. Kebanyakan orang tenar juga lebih senang membagikan kisah suksesnya ketimbang masa-masa susahnya. Buat saya, hal-hal sulit di masa lalu justru harus diomongin atau diceritain ke orang-orang terdekat. Bukan pingin sok menderita, sebab saya perlu mengingat hal-hal nggak enak itu sebagai reminder bagi diri sendiri. Continue reading “When Life Gives You Surprises (Part 2)”

Move On Itu Gampang

move on itu gampang
Move on itu gampang. Melepaskan kenangan masa lalu yang sulit.

Buat saya move on itu tindakan, bukan niat. Kita move on bukan karena ingin, tapi karena harus. Nggak bisa dong kita terus-terusan sengsara, bertahan pada pemikiran “seandainya saja…” dan nggak berhenti menyalahkan diri sendiri.

Putus cinta nggak pernah mudah, sebab kamu harus berurusan dengan rasa sakit yang begitu kuat. Dan rasa sakit itu baru awalnya, sebab setelah berhasil mengatasi rasa itu, mulailah fase kekosongan. Rasa hampa bakal kamu rasakan hingga ke relung-relung tergelap dalam hati kamu. Continue reading “Move On Itu Gampang”

When Life Gives You Surprises

indahnya hidup

I know life always surprises me, mostly in a good way. I don’t know when I started to realize it, but  I notice that the last five or six years, I experience a lot of things that change me to what I’m now.

 

I was a perfectionist. I usually had plans for everything and made wishes on how my days should turn out. I even expected a lot on how other people will act only to found out that it made me frustrated when things didn’t work as I hope. Unfortunately, things seem to twist too often and turned in ways I didn’t expect. Continue reading “When Life Gives You Surprises”

Uniformity

pensil warna, jadi penulis
Pernah dengar kata demassification?

Saya juga baru tahu tadi pagi waktu buka-buka Google untuk cari materi penulisan. Saya nggak bisa menerjemahkan dengan persis kata yang dipopulerkan oleh Alvin Toffler itu,  tapi ternyata pernah ada masa ketika para intelektual prihatin bahwa masyarakat dunia di masa depan akan benar-benar seragam. Industrialisasi berarti produksi massal dalam jumlah yang luar biasa banyaknya. Ini mungkin akan mengarah pada standarisasi dan sinkronisasi atas apa saja di dunia ini, yang ujung-ujungnya berakhir pada keseragaman. Continue reading “Uniformity”

My Comfortable and Perfect Life

comfort zone zona nyaman hidup perubahan berubah

Sepuluh tahun yang lalu, kehidupan saya nyaman dan sempurna. Hanya saja saya merasa enggak ke mana-mana.

Berada di zona ternyaman dalam hidup. Tinggal di rumah seluas 400 meter persegi yang dipinjamkan perusahaan untuk memudahkan kerja saya, di lokasi elit dan berjarak hanya empat menit jalan kaki dari kantor. Digaji sesuai rate dollar. Pesta atau makan malam bersama ekspatriat hampir setiap Jumat. Berteman dan membuat jejaring dengan para diplomat, duta besar dan orang-orang dari banyak organisasi internasional. Hidup saya sangat menyenangkan.

Dan lantas membosankan setelah beberapa waktu. Setiap hal dalam hidup terasa sangat benar, sekaligus terasa sangat salah.

Continue reading “My Comfortable and Perfect Life”

Hate at the First Sight (Part 1)

peace quote

Saya sedang kepingin membenci seseorang, sebab dia juga benci sama saya. Saya mengerti banget alasan dia benci saya, hanya tak bisa paham mengapa rasa tak sukanya sebesar itu.

Unfollow atau blokir medsos merupakan cara termudah menyampaikan pesan kemarahan atau menabuh genderang perang. Beres!

Saya pun menerima pesan semacam itu dari beberapa orang. Kesal sih, sebab saya pikir seharusnya masalah mereka dengan saya bisa didiskusikan. Saya akan lebih respek jika mereka mengatakan terus terang bahwa kehadiran saya mengganggu hidupnya. Dengan begitu, mudah buat saya dan mereka menyelesaikan masalah. Saya justru akan melihat mereka sebagai pengecut ketika Continue reading “Hate at the First Sight (Part 1)”