Define The Undefineable

Beberapa waktu yang lalu, saya menghadiri upacara pernikahan seorang teman. Pakaian adat pengantin jawa yang dikenakan oleh mempelai adalah model Basahan… dan itu adalah hal biasa di Jogja, tapi hari itu saya jadi geli sendiri sewaktu memperhatikan kostum mereka.. sebab beberapa jam sebelum meninggalkan rumah, saya masih sempat baca artikel di koran mengenai undang-undang antipornografi. Lha.. sekarang saya jelas-jelas melihat kedua pengantin memakai pakaian yang kalau (dengan kurang kerjaan) dikait-kaitkan adalah termasuk memperlihatkan bagian-bagian tubuh yang dianggap sensual.. melanggar rancangan salah satu pasal dari UU tersebut.. nah lo!

Dan kalau dari sekian banyak tamu yang datang ada yang terangsang sebab memang tubuh sang mempelai cowok yang (gilee…) atletis banget! Six pack lagi! Terus gimana dong? Dan saya nggak tahu bagaimana perasaan tamu-tamu laki yang mungkin menganggap leher jenjang dan bagian atas dada mempelai perempuan yang sengaja diperlihatkan. Padahal pakaian adat Basahan tersebut adalah karya cipta para leluhur yang katanya harus dihormati dan dipelihara… terus apa kabar UU tersebut?

Saya gak protes dengan tujuan mulia diciptakannya UU tersbut, karena pasti lahir dari concern terhadap masa depan generasi berikutnya.. tapi kalau definisi pornografi saja gak jelas, terus kenapa heran kalau ada banyak protes?

Filsuf Iran, Ibnu Sina pernah berkomentar: “Tanpa definisi, kita tak akan pernah bisa sampai kepada konsep.”

Ya, seperti yang lain saya juga memprotes ketidakjelasan definisi pornografi – bukan UU-nya.. tapi saya juga ingin memprotes pemilihan kata yang akan dimasukkan ke dalam UU sebab hampir semuanya adalah kata-kata feminin. Meskipun bahasa kita enggak punya aturan feminin-maskulin seperti bahasa Perancis, Jerman atau Spanyol.. tapi kalau dengar kata-kata seperti: merangsang, sensual, erotis… bukankah Anda membayangkan tubuh perempuan? (dan bukan laki-laki). Hal ini berbeda dengan kata: terangsang, misalnya yang menurut saya bergender laki-laki.

Facebook Comments