Family Man

Posted on Posted in Chick Chat, Personal, Random Thoughts

Semua orang mengagumi seorang “family man”, tapi apakah Anda pernah mendengar tentang family woman?

Kalimat itu saya baca di sebuah majalah.

Dan tiba-tiba saya jadi teringat beberapa teman, para single ladies yang jatuh cinta sama pria beristri.

What’s wrong with a single man? Gak ada yang salah sih, mungkin cuma kelihatan terlalu bebas aja. Soalnya bagi teman-teman saya, pria beristri terlihat begitu berkomitmen, loyal, penuh kasih sayang, dan jelas lebih berpengalaman dalam soal perempuan dan seks (yang terakhir itu kata saya, bukan kata teman saya – tentu saja tanpa bermaksud meragukan pengalaman seks pria lajang).

Berkomitmen, loyal, penuh kasih sayang. Intinya perempuan menyukai “jaminan” baik berupa jaminan materi maupun bathin. Pria beristri menang dalam pembuktian, sebab pria beristri biasanya mapan secara ekonomi, hidup teratur, sayang sama anak-anaknya, dan tujuan hidupnya gak neko-neko.

Pria lajang? Mungkin mapan secara ekonomi, tapi siapa bisa mencegah kalau mereka mau bangun siang, jarang mandi, atau ajeb-ajeb tiap malam. Juga belum tentu mereka sayang anak.

Well, setidaknya kelihatannya begitu, sebab hipotesa (ngawur) tentang pria beristri tidak berlaku bagi mereka yang kebablasan menjalin hubungan (baik hubungan cinta maupun hubungan badan) dengan teman-teman saya itu.  Karena mereka udah gak “komit” dan loyal lagi sama keluarganya.

Dan saya gak tahu apakah teman-teman saya itu sempat mikir bahwa pria beristri pastilah menomor satukan istrinya, bukan sephia-nya. Misalnya pas ultah, dengan siapa pria itu merayakannya? Atau pas sakit, kepada siapa pria itu bergantung?

Yang jelas bukan pada sephia-nya. Atau katakanlah jika pria itu menomor satukan sephia-nya, kemudian menceraikan istrinya dan mengawini sang sephia. Apa ada jaminan bahwa suatu saat dia gak akan menceraikan Anda demi sephia lain?

Facebook Comments

Leave a Reply