Thought Pieces
Books I Like,  Random Thoughts

Mereka Yang Betualang Bersama Kirana

Akhir bulan Mei lalu, pemesanan novel Kirana resmi ditutup. Stock sudah dihabiskan, dan semua novel sudah dikirim ke alamat masing-masing. Happy? Tentu saja, sebab sejak launching di bulan Februari, dalam tiga bulan, jumlah pemesanan di luar dugaan, apalagi ini novel pertama yang kami terbitkan dalam bentuk self-published. Surprise aja rasanya 🙂 … Tapi, bukan hal itu aja sih yang membuat saya senang. Banyak resensi positif dari mereka yang sudah membaca novel dongeng karya saya dan Irvan Kartawiria. Nah, ini beberapa dari mereka yang telah “bertualang bersama Kirana”

 

Anggara Sakti
@_anggarasakti_

Kirananya Pak @IrvanKarta & Kak @astridsv_ selesai dibaca 2x tepat sebelum jam tidur. Mau review dikit ah, dikit aja karena terakhir bikin ginian jaman SMA abis baca Jalan Menikungnya Umar Kayam. Itu juga tugas. Lagian kalo banyak2 takut spoiler. Ah kan kebanyakan basa-basi.

Bismillah…

Relate bgt dgn ceritanya, dari kecil hobi baca dongeng.Plus  saya dan Istri harus menunggu 3,5th untk dpt kepastian hamil. Untung belum kepikiran nanem mentimun sih.

Dibuka dengan sangat klasik “pada jaman dahulu…” Awalnya sempat takut Kirana akan jadi rip off nya Timun Mas. Semakin ke belakang ternyata cerita itu terus tumbuh jadi ceritanya sendiri. Narasinya kuat. Malabaya, Putih, Kamujan digambarkan sangat detail. Membuat larut.

Ditutup dengan gambaran Sungai Kumala yg indah sekaligus wingit. Ah… Cara apalagi yang paling indah untuk menutup sebuah dongeng selain cara ini?

Segitu aja review yg gak review2 banget ini. Haha… Sekarang ganti ke fakta unik.

Mulai.

Punchline pertama dan paling kena di halaman 54. Jauh sih, tapi ini kan dongeng bukan set list standup. Adegan favorit pas Kirana ngambil mustika. Kebayang Prof Langdon ato Indiana Jones tapi dengan kearifan lokal. Brillian… Diksi yg nempel bgt dikepala: menjura dan kegelitaan. Pilihan yg menarik.

Sekarang bagian tanya sama pengarang. Mungkin dongeng harusnya g ada yg perlu ditanyakan, hei tapi ini ada Pak IrvanKarta loh. Kalori dan ketebalan martabak manis aja dihitung. Semoga Pak Irvan berkenan menjawab.

  1. Minuman yg diminum Renggas dan Kirana. Manis seperti madu tapi berwarna hijau seperti rebusan pandan itu referensinya dari minuman apa sih Pak?
  2. Nama Kanataka dapet ide darimana Pak? Ya maklum lagi siap2 nama buat anak, eh dpt nama yg menarik tapi pas di gugel g ada artinya. Jadi kepo :)))

Sekian corat-coret saya. Buku ini recomended bgt deh pokoknya. Kisahnya ringan tapi bergizi. Anak saya kelak wajib baca. Ini gak promosi juga sih, follower saya mah segitu-gitu doang :)))

Akhir kata Pak @IrvanKarta , Kak @astridsv_  Ditunggu karya selanjutnya. Iya ini nodong. :)))

Kirana, novel dongeng Kirana, novel dongeng Kirana, novel dongeng Kirana, novel dongeng

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Elok Kartika Putri
Twitter @ElokPuput 

Beberapa waktu yang lalu Pak @irvankarta komika yang juga dosen dan juga science enthusiast mengirim saya DM di Twitter menawarkan untuk memberi buku dongeng yang beliau tulis bersama rekannya Astrid SV. Ya memang saya suka sekali genre fantasi, genre yang menyelamatkan saya dari kejamnya kenyataan dunia.

Singkatnya berminggu2 kemudian buku ini tiba di kantor saya dan saya diamkan dulu krn masih sibuk sama kerjaan + jualan. Saya mulai baca 2 mingguan yg lalu dan baru habis minggu ini. Bukunya tidak tebal. Saya menyukai cara pak Irvan bercerita di sini. Tidak ada humor ala komika, tidak ada istilah science yang bikin kamu langsung ingin membenci guru IPAmu. Enggak. Kalimat demi kalimat enak banget buat dibaca. Tolkien juga seorang pendongeng ulung di The Hobbit, dan Pak Irvan dan Astrid juga pendongeng ulung dengan gaya mereka sendiri.

Saya tidak berlebihan karena memang buku ini bagus untuk kalian yang rindu akan dongeng di masa kecil. Tokoh utamanya juga bukan gadis muda yang menunggu untuk diselamatkan, tapi seorang gadis muda yang kuat dan tekadnya bulat. Something good for out little girls.

Belikan buku ini untuk adik/anak perempuan kalian, karena cerita ini sangat bagus untuk pembentukan image prempuan muda yang punya tekad dan integritas. Belikan buku ini untuk adik/anak lelakimu, karena mendukung perempuan kuat seperti sahabat Kirana itu bukan berarti lemah.

 

Kirana, novel dongeng Kirana, novel dongeng

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ivana Dee
Dosen. Magister Management Universitas Sam Ratulangi. Blog http://ivanathe.com

Membaca “Kirana” sukses membuat saya kembali menjadi gadis kecil yang bertualang di dunia dongeng berisi raksasa, raja dan ratu, mantra, dan bahkan hewan-hewan ajaib. Setiap babnya juga meninggalkan tanya yang membuat kita rakus melahap bab-bab berikutnya demi mengungkap janji yang harus ditepati Kirana dan bagaimana dia menepatinya. Harapan saya, kisah ini bisa semakin dikenal banyak orang agar anak-anak Indonesia memiliki lebih banyak panutan dalam hal keberanian, kesetiakawanan, kejujuran dan tentu saja keteguhan dalam menepati janji.
Congratz, Kak Astrid dan Irvan : Buku Kalian KEREN!

Kirana, novel dongeng

 

Raynold Libiran Shaputra
Rengat, Riau

Sungguh, sehabis nonton film animasi MOANA, saya berharap kita juga punya dongeng seperti itu. Dongeng yang menumbuhkan rasa bangga, kemenangan dan kebahagian serta pelajaran manis di akhir cerita di jiwa pemirsanya. Bukan cuma pelajaran yg harus kita ambil dari akhir pahit menyeramkan. Buku ini, novel KIRANA ini menjawab harapan saya. Terimakasih mbokjeng Astrid Savitri atas usahanya membangun dongeng heroik yg menyenangkan ini. Sangat berharap ada kelanjutan petualangan Kirana selanjutnya…

Kirana, novel dongeng

 

Aprilia Kartikasari
Auditor. Universitas Islam Indonesia. Jogjakarta.

Bagaimana sebuah dongeng dimulai…..? Biasanya dengan kata….”Pada jaman dahulu kala….”

Membaca kirana seperti “rendezvous” jaman dahulu kala….sebuah cerita dongeng dengan raja dan ratu, putri dan pangeran, tukang sihir, makhluk raksasa, petualangan yang penuh keajaiban…seruu !

Ditulis oleh Astrid Savitri (proud of you mboookjeng ….)

Buku yang dikemas dalam 130an halaman ini menarik, saya bisa berbagi bacaan dengan Deva (9 yo), well….mamak dan anak senang mendapat hiburan sekaligus.

Kirana, novel dongeng

kirana. novel dongeng

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teguh Senoaji
Jakarta. Manages www.infomakan.com

Kirana, Sebuah cerita yang membawa angan seakan kembali ke masa lalu, masa dimana dongeng dan realita dipisahkan oleh batas tipis imajinasi. Masa ketika awan menjadi tempat bidadari bermain petak umpet.

Kirana didongengkan dengan bahasa yang mengalir bak roda pedati yang berjalan menyusuri hutan jati, membawa penumpangnya dengan perasaan cemas dan gundah bercampur menjadi satu. Akankah roda pedati terus bergulir di tengah keheningan malam?

Kirana, sebuah dongeng yang membawa pembacanya terbuai, seakan ikut menjadi penumpang pedati yang diam diam mengagumi penari yang telah menyuguhkan gerakan gemulai pada sebuah pesta.

Kirana, karena janji yang harus ditepati.

Mbokjeng Astrid Savitri menyajikan dongeng ini dengan bahasa yang mudah dipahami. Apik tenan Mbokjeng, matur nuwun ya…. di tunggu episode berikutnya.

Kirana, novel dongeng Kirana, novel dongeng

 

 

 

 

 

 

 

 

Ira Mentayani
Dosen Prodi Arsitektur Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan

Kirana
Karena janji harus ditepati
Persahabatan, Keberanian, dan Janji. 
Menurutku tiga kata itu merefleksikan isi buku mungil ini.
Bersahabat tanpa batas, berani melewati alam terjal nan penuh tantangan, dan bertekad memenuhi janji yang “berat’…

Bersama Kirana dan Renggas kita turut bertualang d era kerajaan, melintasi hutan, menyebrangi sungai, bertemu bukit terjal, batu, gua sampai mustika hinggaaaa….ah bacalah sendiri…

Dan rasaku seperti kembali ke masa kecil jaman duduk terpaku membaca komik dan buku dongeng2.
Recomended banged pokoknya!!

Penulis produktif, kreatif dan arsitek ini memang nyebelin asiknya!! Kata2nya serenyah kerupuk, alurnya ringan mengalir dan seru!! Proud of You Mbaaaa Astrid Savitri. Sukses slalu Mbaaa…Aamiin.

Kirana, novel dongeng

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dhinie Nugraha
Program Manager at Voice of Indonesia. Jakarta

Membaca Kirana, saya melihat sosok Xena the warrior princess yang berkepribadian kuat dan memiliki kesantunan Timur di versi dongeng anak dari salah satu buku favorit saya sepanjang masa; The Alchemist dari Paolo Coelho. Bukannya sama. Justru beda banget tapi dengan ‘keasikan’ yang setara saat saya membaca ‘The Alchemist’ yang masih terus saya baca sampe skrg. Tentunya,

Kirana banyak menonjolkan lokal wisdomnya Indonesia. Dan point itulah yang paling saya sukai. Menulis buku anak buat saya paling susah karena bahasanya harus sederhana dan mudah dicerna. Juga harus mudah diterjemahkan dan dituturkan kembali dalam bentuk story telling atau bedtime story untuk menanamkan nilai2 baik dalam hidup pada anak2. Kirana mengajarkan anak2 kita setia, taat pada orangtua, tidak mementingkan diri sendiri, dan bukan hanya untuk menjadi pintar. Tapi menjadi pintar yang cerdas. Semua ada di Kirana.

Begitu banyak pesan moral yang disampaikan dalam buku ini yang bikin kita nyadar kalo banyak hal dalam hidup yang kita yakini benar tetapi bukan hal yang seharusnya dilakukan. Saya membayangkan akan ada banyak ibu2 muda dengan balita yang akan dengan mudah menuturkan cerita ini kedalam bentuk bedtime story pada anak2 mereka. Jadi anak2 bisa belajar tentang kehidupan dengan cara yang dekat dengan keseharian mereka dari orang yang paling dekat dengan mereka.

 

Kirana, novel dongeng

 

Makasih banyak buat resensinya, dan juga doa, harapan serta support temen-temen yang sudah bertualang bersama Kirana.

Pertanyaan selanjutnya: Habis Kirana, terus apa?

Sesuai janji yang saya tulis di akhir buku (dan janji harus ditepati 🙂 ), Irvan dan saya sedang mempersiapkan dongeng-dongeng berikutnya. Spoiler alert: Kami sudah membuat konsep empat dongeng berikutnya. Kami berharap banget dukungan dari semua supaya proyek novel dongeng ini bisa berjalan lancar ya. Bismillah…

Facebook Comments

Leave a Reply

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: