NEW YEAR’S EVIL

Tahun baruan ke mana kemaren?

Pertanyaan standar minggu pertama kerja setelah libur panjang.

Tapi bikin bete – sebab saya jadi teringat rencana2 tahun baru yg gak satu pun terlaksana. Awalnya saya berharap bisa liburan di Bali tapi lagi-lagi media memberitakan kecelakaan pesawat – saya jadi ngeri.

Lalu saya kepingin tahun baruan di pantai, secara surat kabar lokal terus memberitakan kondisi ombak laut selatan yg tinggi – tentunya saya gak mau hura-hura saya berakhir spt film Perfect Storm.

Kemudian saya berpikir mungkin bisa jagung bakar-an dgn beberapa teman di Kaliurang — dan ini hanya jadi niat sebab BMG memperingatkan bahaya lahar dingin Merapi akibat hujan yg curah per harinya setara dgn curah hujan sebulan.

Lebih bete lagi saat cek email, sebagian kawan dan kenalan bercerita kemeriahan perayaan new year’s eve mrk; pesta kembang api, barbekyu di pinggiran kolam renang hotel, joget semalam suntuk di kapal pesiar atau sekedar makan malam romantis di lounge café.

Perasaan bete ini lalu memuat saya sok suci, sebab saya jadi membandingkannya dgn keadaan sebagian teman lain yg sedang diuji imannya, ditempatkan dalam kesusahan, dihilangkan segala materi yg sudah susah payah mereka kumpulkan, bahkan diambil sebagian anggota keluarganya dlm bencana longsor dan banjir di Jawa Tengah.

C’est ok! C’est la vive. Saya bukan siapa-siapa jadi gak mungkin berkomentar atas dua ekstrim itu.

Eniwei… saya tahun baruan di rumah –- sambil ngopi dan nonton Batman Begin di transtv. Gak seru memang!

Facebook Comments

Leave a Reply