Rutinitas Menulis

Inspirasi, kreatifitas, dedikasi, dan sejumput bakat – semua itu adalah elemen yang dibutuhkan seorang penulis.

Buat saya, ada satu hal yang mungkin lebih penting dari semua elemen tersebut jika disatukan. Satu hal yang dijamin bisa membantu supaya lebih produktif, dan satu hal itu namanya rutinitas menulis.

Setiap penulis yang ingin menerbitkan bukunya HARUS menciptakan rutinitas menulis

Tanpa rutinitas ini, mudah banget penulis jatuh ke perangkap bernama procrastination, kebiasaan menunda-nunda akut, yang hanya bakal bikin kecewa diri sendiri karena hasil karya kita nggak sebagus yang kita mau. Tanpa rutinitas, sulit membiasakan diri untuk menulis. Padahal kita tahu kebiasaan menulis adalah sesuatu yang harus kita bentuk jika ingin melihat buku kita terbit dan dibaca banyak orang.

Continue reading “Rutinitas Menulis”

Penulis Cuma Harus Bisa Menulis, Masa Sih?

Mengawali karier sebagai freelance writer sejak delapan tahun yang lalu, dan kemudian memulai bisnis penulisan, mengajari saya banyak hal. Ternyata benar bahwa kemampuan menulis cuma salah satu keahlian yang wajib dikuasai, jika ingin menjadi penulis freelance sukses.

Sama hal dengan jenis pekerjaan freelance lain, penulis freelance juga menjalankan bisnis sendiri. Dengan begitu, pekerjaan menulis bukan satu-satunya, sebab penulis freelance juga harus bisa mengatur banyak hal, mulai dariinvoice dan pembayaran, hingga marketing dan membangun jejaring.

Continue reading “Penulis Cuma Harus Bisa Menulis, Masa Sih?”

Borobudur

Ah, saya sebal sekali mendengar sekelompok orang nggak beres bakal melakukan demonstrasi irrelevant di Candi Borobudur tanggal delapan September nanti. Walau yakin bahwa pemerintah tidak akan mendiamkan niat mencurigakan kelompok  tersebut, saya tetap kesal.

Sebab,saya suka Candi Borobudur. Benar bahwa saya sudah puluhan kali berkunjung ke sana. Di musim libur, monumen bersejarah itu  memang jadi tak menarik akibat lautan wisatawan menutupi kemegahan The World Herritage itu, namun buat saya ia tetap menawan, terutama sejarahnya.

Continue reading “Borobudur”

Jatah

Sebetulnya saya jarang menyantap daging kambing atau sapi, sebab dilema. Bukan soal kolesterol atau diet, hanya saja saya selalu menderita sembelit akut bila makanan saya beurusan dengan daging. Padahal seperti kebanyakan orang, saya ya ngiler juga mencicipi tongseng, gule atau sate kambing. Kebetulan keluarga sayajuga bukan fans berat daging hewan berkaki empat. Mereka lebih suka ikan dan sesekali daging unggas. Ini kenapa ketika Idul Adha datang, sementara ibu-ibu rumah tangga biasanya heboh menyiapkan santapan berbahan daging, saya tak terlalu memusingkan hal itu. Continue reading “Jatah”

Semangat Kemerdekaan

Bagaimana semangat kemerdekaan kamu?

Di masa perjuangan, semangat kemerdekaan diejawantahkan lewat kata ”Merdeka!” yang dipekikan sambil mengepalkan tangan ke atas sementara tangan lain menggenggam bambu runcing. Kata ”Merdeka” diucapkan sebagai salam sehari-hari, saat bertemu siapa saja. Di jalan, di pasar, di warung kopi, di kota, di desa, di hutan. Pokoknya di mana pun kita bisa bertemu manusia Indonesia lain.

Continue reading “Semangat Kemerdekaan”