Imperfect Rhyme, Personal

Rindu yang Membuatmu Menoleh Ke Belakang

Ada saat ketika kamu menghabiskan puluhan minggu untuk berfokus pada hal-hal di sekitarmu agar dapat melupakan dia, kamu merasa berhasil, dan lantas…

Sebuah lagu terputar
Sebuah kalimat terbaca
Sebuah kenangan melintas seenaknya.
Membuat semua yang upayakan dalam puluhan minggu itu bubrah.

Ini adalah saat yang paling enggak banget, sebab mau gak mau kamu akan kembali mengingatnya. Dan hal terparah setelahnya adalah kamu harus menahan keinginan untuk kembali menghubunginya, mengontaknya, mendapatkan secercah harapan darinya. Mengharapkan dia bersedia kembali menyapamu, walau hanya lewat satu kata singkat, “Halo…”

Dan harapan biasanya satu paket dengan kekecewaan. Kamu mulai khawatir dia tidak akan membalas, atau lebih pedih lagi, kamu mengetahui bahwa ia megabaikanmu, dan telah melupakanmu sepenuhnya.

Ego memaksamu untuk menemukan tanda-tanda bahwa ia masih merawat rindunya untukmu, menemukan dirimu masih tersimpan manis di relung hatinya, tapi…

Kekhawatiran untuk tidak menemukan tanda-tanda itu juga sama besarnya, membuatmu sedih, memunculkan rasa sakit yang selama ini coba tak kamu rasakan.

Di sinilah kemudian, rindu terus membuatmu mencoba menengok ke belakang, padahal yang bisa kamu lakukan adalah terus berjalan ke depan.

9.01

Facebook Comments

Leave a Reply