Jemawa

Posted on Leave a commentPosted in Random Thoughts

Saya lagi kecewa, dan kepingin ngomongin seseorang. Ia seorang penulis yang (tadinya) saya sukai. Buku-bukunya banyak dan ia terkenal. Lantas, saya merasa ia telah berubah menjadi jemawa. Tak tahan kritik. Merasa penulis best seller, lantas marah ketika ada orang lain yang memiliki pendapat atas buku-bukunya. Meski tak benar-benar marah secara verbal, gestur-nya menunjukkan “Emang lo siapa? Berani-berani ngritik gue, udah pernah nulis buku lo?” Ini saya lihat ketika menghadiri bedah buku dan book signing event-nya di Jogja dua tahun lalu. Ia memperlihatkan ekspresi tak senang ketika beberapa mahasiswa dari fakultas sastra mempertanyakan sesuatu dari karyanya. Dan tentunya saya langsung kecewa, sebab (sebelum saya tahu bagaimana reaksinya atas kritik) saya penyuka tulisannya. Beberapa hari lalu, saya lihat di medsos-nya, penulis tersebut marah-marah atas masukan follower-nya tentang konten bukunya. “Kalau ngasih komen, yang sopan, dong!” begitu reaksinya. Duh, saya langsung ilfil dan berniat tak akan pernah membeli karyanya lagi. Dan kayaknya saya nggak sendirian. Lagipula siapa sih yang nggak males kalau kasih feedback aja dimarahi hanya karena si penulis merasa dia lebih tahu sastra ketimbang pemberi komentar? […]