Plot Outline vs Sinopsis

Posted on Leave a commentPosted in Tips Menulis

Apa perbedaan antara plot outline dan sinopsis? Pertanyaan ini banyak masuk ke kontak saya. Di awal belajar menulis, saya juga kesulitan membedakan istilah-istilah tersebut. Lantas saya belajar bahwa sinopsis adalah ringkasan dari novelmu. Penerbit mungkin akan meminta kamu menulis sinopsis sebagai bagian dari proposal naskah. Jadi, sinopsis umumnya dibuat setelah naskah selesai ditulis. Sedangkan plot outline adalah sesuatu yang harus dibuat sebelum menulis novel. Plot outline ini kemudian kita gunakan sebagai panduan selama proses penulisan untuk membantu kita mengingat bagaimana cerita tersebut ingin kita ungkapkan. “Plotters” atau penulis yang mengandalkan plot outline akan merencanakan isi novel terlebih dahulu. Merencanakan bagaimana novelmu akan ditulis ngebantu banget dalam mengurangi waktu menulis ulang naskahmu.

Gimana Sih Cara Nulis Buku?

Posted on 10 CommentsPosted in Tips Menulis

Menulis itu mudah. Yang harus kamu lakukan adalah mencoret kata-kata yang salah –Mark Twain Pertanyaan itu hampir selalu ditanyakan ke saya oleh mereka yang tahu saya penulis, atau ingin bisa menulis (seperti saya, haha…). Barangkali, seperti beberapa teman penulis, saya akan menjawab malas dengan “Menulis itu mudah kok!” dan jawaban ini mirip template default sebab kenyataannya menulis itu tidak mudah. Bagian tersulit bagi kebanyakan penulis bukanlah menerbitkan bukunya, apalagi sekarang ini ada lebih banyak peluang untuk menjadi penulis daripada sebelumnya. Saya bisa bilang, menerbitkan buku bukan bagian yang harus saya lakukan dengan kerja keras, melainkan penulisan itu sendiri.

8 + 1 Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Nulis Cerpen

Posted on Leave a commentPosted in Tips Menulis

Latihan. Cerpen merupakan cara yang tepat untuk melatihmu mengembangkan sebuah cerita, lengkap dengan bagian awal, pertengahan dan akhir – dengan lebih mudah daripada sebuah nove. Dumay. Pembaca sekarang itu, selain layar ponselnya kecil, rentang perhatiannya juga lebih singkat. Jurnal sastra, jurnal online, dan majalah yang memuat cerpen seringkali dibaca secara online. Oleh karena itu, kamu bisa mencapai target pasar yang berlainan melalui cerpen-cerpenmu Terhubung. Cerpen dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk menulis di internet. Kamu bisa mengembangkan e-book antologi atau cerita serial. Kamu juga bisa melakukannya dengan memulai blog dan memosting berkala. Awal yang Baik. Banyak penulis hebat memulai karier kepenulisannya dengan menulis cerpen. Stephen King, Ernest Hemingway, and Mark Twain menjadi novelis terkenal sepanjang masa, dan mereka menyempurnakan karyanya dengan menulis cepren. Eksperimen. Cerpen merupakan cara yang baik untuk mencoba beberapa genre berbeda tanpa harus menghabiskan ribuan kata, yang harus direvisi, ditulis ulang dan dicetak di atas kertas. Kamu juga mungkin menemukan bahwa kamu lebih cocok menulis genre tertentu, yang amat berbeda dengan yang selama ini kamu sering tulis. Reputasi. Cerpen juga cara yang […]

Kok Kamu Ingin Jadi Penulis?

Posted on Leave a commentPosted in About LIfe, Personal

Pertanyaan ini kerap kali dilontarkan pada saya. Buat orang-orang yang sudah mengenal saya sejak lama, pertanyaannya malah lebih spesifik, “Kok bisa sih kamu jadi penulis?” Pertanyaan mereka bukan tanpa dasar. Latar belakang pendidikan sarjana saya jauh dari dunia tulis menulis. Saya kuliah di jurusan arsitektur. Iya, arsitektur! Seharusnya saat ini saya berprofesi sebagai arsitek, perancang bangunan dan gedung, bukan penulis buku. Saya kira kita semua setuju bahwa jalan hidup memang unik, dan sulit ditebak. Belajar arsitektur selama enam tahun, lulus dengan nilai baik dan sempat bekerja paruh waktu sebagai asisten dosen di almamater saya. Sebelum lulus kuliah, saya juga bekerja paruh waktu sebagai pengajar Bahasa Indonesia untuk penutur asing – atau bahasa kerennya ekspatriat. Dan pekerjaan inilah yang kemudian saya tekuni lebih serius setelah menerima gelar sarjana teknik. Aneh, kan? Susah-susah belajar arsitektur, malah memilih jadi pengajar bahasa.

Door Duisternis Tot Licht

Posted on Leave a commentPosted in History

Sudah pernah baca buku “Door Duisternis Tot Licht”? Saya belum. Soalnya saya gak bisa bahasa Belanda. Kalaupun bisa, saya gak yakin kepingin membacanya sebab ada sentimen pribadi dengan motivasi penyusun buku itu, Mr. Abendenon. Dialah orang yang bersusah payah mengumpulkan surat-surat Kartini dan menyusunnya menjadi buku lantas diberi judul Door Duisternis Tot Licht. Ironisnya dia jugalah yang menghalang-halangi niat Kartini untuk bersekolah di negeri Belanda, padahal sudah ada sponsor dan beasiswa untuknya dan kedua adik perempuannya. Seperti semua tahu, Kartini batal berangkat, lantas digiring kawin dengan lelaki yang sudah punya sekian istri. ”Door Duisternis Tot Licht” terbit tahun 1911 dan langsung menyedot perhatian berbagai kalangan hingga para bangsawan Belanda, termasuk ratu Wilhelmina, menyumbangkan ratusan gulden kepada yayasan Kartini untuk memperbaiki kondisi pendidikan perempuan di Jawa. Sebagai catatan; Yayasan Kartini dikelola oleh anak lelaki Abendenon sendiri, dan gak pernah ada catatan sejarah tentang perbaikan pendidikan yang didanai oleh yayasan ini. Saya kenal Kartini sebagai legenda – sama legendanya dengan Ratu Pantai Selatan dan Rara Jongrang. Buat saya, Kartini cuma wajah dalam poster, yang ultahnya selalu dirayakan […]