Menemukan Inpirasi dalam Menulis

Tidak peduli seberapa cintanya kamu pada kegiatan menulis, akan selalu ada hari dimana kamu kehabisan inspirasi. Berikut 10 cara favorit saya menemukan kembali inspirasi baru dalam menulis:

Blog

Blog walking adalah salah satu kegiatan favorit saya, terutama ketika menunggu. Selain blog milik sendiri, ada puluhan blog bagus di luar sana yang menulis beragam topik. Saya suka membaca pemikiran dan pengalaman orang lain, ini menginspirasi saya untuk menulis lagi.

Continue reading “Menemukan Inpirasi dalam Menulis”

Rutinitas Menulis

Inspirasi, kreatifitas, dedikasi, dan sejumput bakat – semua itu adalah elemen yang dibutuhkan seorang penulis.

Buat saya, ada satu hal yang mungkin lebih penting dari semua elemen tersebut jika disatukan. Satu hal yang dijamin bisa membantu supaya lebih produktif, dan satu hal itu namanya rutinitas menulis.

Setiap penulis yang ingin menerbitkan bukunya HARUS menciptakan rutinitas menulis

Tanpa rutinitas ini, mudah banget penulis jatuh ke perangkap bernama procrastination, kebiasaan menunda-nunda akut, yang hanya bakal bikin kecewa diri sendiri karena hasil karya kita nggak sebagus yang kita mau. Tanpa rutinitas, sulit membiasakan diri untuk menulis. Padahal kita tahu kebiasaan menulis adalah sesuatu yang harus kita bentuk jika ingin melihat buku kita terbit dan dibaca banyak orang.

Continue reading “Rutinitas Menulis”

Penulis Cuma Harus Bisa Menulis, Masa Sih?

Mengawali karier sebagai freelance writer sejak delapan tahun yang lalu, dan kemudian memulai bisnis penulisan, mengajari saya banyak hal. Ternyata benar bahwa kemampuan menulis cuma salah satu keahlian yang wajib dikuasai, jika ingin menjadi penulis freelance sukses.

Sama hal dengan jenis pekerjaan freelance lain, penulis freelance juga menjalankan bisnis sendiri. Dengan begitu, pekerjaan menulis bukan satu-satunya, sebab penulis freelance juga harus bisa mengatur banyak hal, mulai dariinvoice dan pembayaran, hingga marketing dan membangun jejaring.

Continue reading “Penulis Cuma Harus Bisa Menulis, Masa Sih?”

#13. Alasan Selingkuh (Part 1)

selingkuh

#28harimenulistentangcinta

“Astrid, kenapa cowok berselingkuh?” tanya seorang kawan perempuan pada suatu siang. Pertanyaan yang membuat saya gelagapan tak bisa menjawab dan akhirnya kepikiran seharian.

Entahlah, saya kok merasa satu-satunya cara menjaga agar cowok nggak selingkuh adalah dengan menciptakan relationship yang baik.  Menurut saya, rasa bersalah menyakiti pasangan bisa lebih kuat buat “menahan” cowok agar tak selingkuh dibandingkan takut putus, dikucilkan teman dan keluarga, atau tertular penyakit mematikan. Continue reading “#13. Alasan Selingkuh (Part 1)”

#6. Percintaan Serat Optika

kencan online

#28harimenulistentangcinta

Sebenarnya ragu-ragu juga mau menulis tentang percintaan serat optika, sebab saya ‘anak lama’. Zaman saya pacaran, jangankan Whatsapp, sms pun belum ada. Telpon? Tak semua rumah punya. Rumah saya termasuk yang tak memiliki alat komunikasi itu.

Jika menceritakan hal ini, para milenial pasti terheran-heran dan bertanya, “Lantas bagaimana caranya berkomunikasi? Bagaimana bisa mengecek dia di mana, dengan siapa, sedang berbuat apa?” Continue reading “#6. Percintaan Serat Optika”

8 Hal yang Penulis Lakukan Ketika Menunggu

menunggu

Minggu lalu saya submit dua naskah berbeda ke dua penerbit. Mau nggak mau, yang harus saya lakukan selanjutnya adalah menunggu kabar dari mereka.

Kamu juga begitu, kan? Menunggu kabar kapan (atau apakah) naskah bisa terbit adalah bagian dari kehidupan seorang penulis. Dan sebagai penulis, kita tahu, situasi ini membosankan dan kadang membikin diri frustasi.

Nah, bagaimana caranya supaya menunggu bisa berguna? Apa yang harus kita lakukan sembari menunggu naskah diterbitkan?

Jawaban standar adalah “menulis naskah berikutnya” ~ tapi kita tahu hal itu nggak semudah kedengarannya. Saya biasanya perlu waktu minimal satu hingga tiga minggu “istirahat’ sebelum bisa menulis naskah baru. Dan dalam masa itu, biasanya saya: Continue reading “8 Hal yang Penulis Lakukan Ketika Menunggu”