Thought Pieces

I love words that touch my heart, jump with merriment, ring with truth

Tag: Jawa

Borobudur

Ah, saya sebal sekali mendengar sekelompok orang nggak beres bakal melakukan demonstrasi irrelevant di Candi Borobudur tanggal delapan September nanti. Walau yakin bahwa pemerintah tidak akan mendiamkan niat mencurigakan kelompok  tersebut, saya tetap kesal.

Sebab,saya suka Candi Borobudur. Benar bahwa saya sudah puluhan kali berkunjung ke sana. Di musim libur, monumen bersejarah itu  memang jadi tak menarik akibat lautan wisatawan menutupi kemegahan The World Herritage itu, namun buat saya ia tetap menawan, terutama sejarahnya.

Continue reading

Ngapem, Nyadran dan Padusan

Menjelang bulan puasa, saya suka mengamati kegiatan penduduk kampung dekat rumah, yang barangkali juga dilakukan kebanyakan kampung di Jogja dan Jawa tengah. Setidaknya ada tiga tradisi sakral turun temurun yang masih wajib dijalankan sampai sekarang; Ngapem, Nyadran dan Padusan. Namanya tradisi, memang gak berhubungan dengan ajaran Islam, cuma tanpanya berpuasa terasa ada yang kurang.

ngapem tradisi sebelum ramadhan
Ngapem adalah kegiatan membuat kue apem. Dilakukan dalam kurun waktu sebulan sebelum puasa dimulai, setelah pihak Keraton mengadakan acara Ngapem. Kue apem ini bersama ketan dan kolak – setelah dibacakan doa – akan dikirim ke para tetangga, teman, kenalan, besan, bahkan atasan. Karena penasaran saya pernah bertanya apa esensi dari Ngapem ini, sayangnya tidak ada yang ingat – barangkali karena tradisi ini sudah berusia ratusan tahun.

Yang menarik adalah bila saya dikirimi sepaket apem ketan kolak, maka kemudian saya harus membalas mengirimi paket yang sama kepada si pengirim tadi. Bayangkan kalau saya mendapat lima puluh paket dalam sehari! Beruntung saya suka makan.

Lalu ada tradisi Nyadran, sebuah ritual ziarah ke makam para moyang, tetua dan kerabat. Diawali dengan bersih-bersih makam, lalu penduduk kampung – dengan membawa besek nasi dan lauk pauk berjalan menuju makam. Seorang Modin (pemimpin agama) akan mengumpulkan besek-besek ini lalu membacakan doa, dan kemudian upacara diakhiri dengan menaburkan bunga ke pusara-pusara leluhur.

Nah, yang terakhir ini, Padusan, adalah yang paling unik. Dilakukan 1-2 hari sebelum puasa hari pertama. Pantai, kolam renang, sumber mata air dan pemandian umum di Jogja akan begitu penuh orang. Tua-muda, besar-kecil, dewasa dan anak-anak, semua tumplek jadi satu.

Larangan mandi di pantai-pantai selatan yang berombak ganas seolah gak ada artinya lagi. Buat kamu yang pada hari itu ingin bisa berenang santai di kolam atau pantai, jangan harap bisa bergaya dada, bergerak pun cukup sulit. Meski lucu, tradisi ini adalah bentuk sinkretis kebudayaan Jawa-Islam. Di dalamnya ada keharusan membersihkan diri sebelum mulai berpuasa.

Puasa memang bukan melulu milik agama Islam. Hampir semua agama dan kepercayaan menyarankan berpuasa mengingat manfaatnya yang baik. Namun menuru saya, puasa Ramadhan adalah yang paling unik, sebab dilakukan terus menerus selama satu bulan.

Saya belum tahu persis kapan awal puasa tahun ini akan dimulai, tapi buat semua yang akan berpuasa… selamat menjalankannya ya! Semoga lancar 🙂

© 2017 Thought Pieces

Theme by Anders NorenUp ↑

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: