Ngapem, Nyadran dan Padusan

Menjelang bulan puasa, saya suka mengamati kegiatan penduduk kampung dekat rumah, yang barangkali juga dilakukan kebanyakan kampung di Jogja dan Jawa tengah. Setidaknya ada tiga tradisi sakral turun temurun yang masih wajib dijalankan sampai sekarang; Ngapem, Nyadran dan Padusan. Namanya tradisi, memang gak berhubungan dengan ajaran Islam, cuma tanpanya berpuasa terasa ada... Read more

Kamu Liburan atau Traveling?

Jauh sebelum Rangga menjelaskan ke Cinta di AADC2 tentang bedanya traveling dan liburan, saya sudah baca quotes Paul Theroux ini. Ia adalah seorang writer traveler yang terkenal dengan bukunya The Great Railway Bazaar (Saya sudah baca ini, sayang bukunya hilang. Yang pinjem, balikin woooy!) Dan karena sudah baca, saya nggak... Read more

Passing Through the Banyan Trees

Dalam bahasa Jawa disebut Masangin. Orang-orang Jogja sudah amat familiar dengan permainan ini, tapi buat kamu yang baru pertama kali ke Jogja mungkin perlu tahu dulu sebelum mencobanya. Permainan ini sederhana, kamu hanya harus berjalan melewati bagian tengah, antara dua buah pohon beringin yang ttumbuh di alun-alun selatan Keraton. Dan... Read more

The Year of Living Dangerously

Saya bukan sengaja asal comot judul*, tapi memang judul tulisan saya kali ini agak cocok dengan keadaan Jogja yang — kalau mau dibesar-besarkan — ada di tengah-tengah bahaya! Bayangkan, gempa di selatan (bahkan gempa susulannya masih terasa sampai sekarang) dan letusan Merapi di utara! Memang sih, kelihatannya letusan merapi tidak... Read more

Things You Don’t See Everyday

Apa yang terjadi setelah bencana gempa bumi di Jogja?! Kamu bisa melihat bahwa setiap orang ingin berpartisipasi membantu korban, ada yang dengan menyumbangkan uang, pakaian, tikar – apa saja atau bagi mahasiswa yang tidak memiliki cukup materi untuk disumbangkan, banyak yang turun jadi relawan. Sungguh mulia! Mereka harus mau dikeluh-kesahi... Read more

Soul Survivor

Mengalami gempa bukan hal baru buat saya. Selama lima belas tahun berKTP Jogja, saya sudah mengalami empat kali gempa (sekitar 5 SR) dan mungkin dua atau tiga kali letusan Merapi – saya lupa! Apa yang saya lakukan pada saat gempa terjadi sudah seperti refleks saja — lari keluar tanpa bersuara... Read more