Majalah dan Saya

majalah hai tutup

Bulan depan, majalah Hai akan terbit buat terakhir kalinya. Konon sih, sebab belum ada pernyataan resmi dari pihak majalah. Saya hanya baca soal ini kemarin di Twitter dan forum Kaskus.

 

Jika benar, maka ini sudah kesekian kalinya majalah-majalah populer gulung tikar, nggak terbit lagi. Sedih deh dengernya, sebab majalah Hai itu memento banget buat saya. Majalah Gadis juga. Bisa dibilang kedua majalah itu berperan besar di masa remaja saya.

Continue reading “Majalah dan Saya”

Nggak Ada Waktu Buat Menulis

menulis buku

Kadang bosan ditanya “bagaimana caranya jadi penulis produktif?” atau “bagaimana cara mengatur waktu untuk menulis?” sebab selalu ada yang ngeyel tiap kali saya menjawabnya. Saya sih nggak pernah keberatan kalau ada yang berargumen, cuma kadang argumen penanya terasa defensif. Misalnya, ya…

“Ya, kan mbak Astrid enggak kerja (kantoran) jadi bisa punya waktu buat menulis.”
“Mbak enak, anak-anaknya udah pada gede. Anak saya kan masih kecil, nggak bisa ditinggal.”
“Duh, ibu-ibu kayak aku sih udah enggak ada waktu buat menulis. Harus masak, nyuci, nyetrika, ngurus anak dan suami. Habis deh waktunya.”

Oh, argumen-argumen penuh pemakluman begitu suka bikin saya kesal setengah mati. Continue reading “Nggak Ada Waktu Buat Menulis”