Penulis Cuma Harus Bisa Menulis, Masa Sih?

Mengawali karier sebagai freelance writer sejak delapan tahun yang lalu, dan kemudian memulai bisnis penulisan, mengajari saya banyak hal. Ternyata benar bahwa kemampuan menulis cuma salah satu keahlian yang wajib dikuasai, jika ingin menjadi penulis freelance sukses.

Sama hal dengan jenis pekerjaan freelance lain, penulis freelance juga menjalankan bisnis sendiri. Dengan begitu, pekerjaan menulis bukan satu-satunya, sebab penulis freelance juga harus bisa mengatur banyak hal, mulai dariinvoice dan pembayaran, hingga marketing dan membangun jejaring.

Continue reading “Penulis Cuma Harus Bisa Menulis, Masa Sih?”

#10. Pasir dalam Genggaman

Cinta

Relationships of all kinds are like sand held in your hand.

Held loosely, with an open hand, the sand remains where it is.

The minute you close your hand and squeeze tightly to hold on, the sand trickles through your fingers.

~ Kaleel Jamison, penulis.

Sebuah hubungan, dalam bentuk apapun, mirip seperti pasir dalam genggaman. Ketika kita melonggarkan genggaman, dengan membuka telapak tangan, pasir tersebut tetap berada di tempatnya.  Namun, di menit pertama kita menutup erat genggaman tersebut, pasir akan segera mencari jalan keluar melalui celah antara jari-jari. Begitu kira-kira terjemahan bebasnya. Continue reading “#10. Pasir dalam Genggaman”

Pseudonyms

Baru-baru ini saya mendapat protes dari beberapa kawan. Mereka tak nyaman dengan nama pena yang saya gunakan di buku terbaru saya. Salah satunya bahkan ada yang ‘ngambek’ nggak mau beli buku itu, sebab tak ada nama (asli) saya di kover depan. Meski sudah saya jelaskan bahwa nama asli saya tertera di halaman profil, dia tetap ogah beli walau suka isinya.

Sialnya lagi, di toko-toko buku Jakarta, buku itu masuk best seller dan (nama asli) saya tetap nggak terkenal 😀 Continue reading “Pseudonyms”