Memeluk Kerinduan

Posted on Leave a commentPosted in Imperfect Rhyme

Dear kamu, Aku nggak akan repot-repot menanyakan kenapa kita nggak bisa lagi terus memelihara rasa cinta.  Tapi aku sering bertanya-tanya: Apakah kamu merindukan aku? Apakah ini juga sulit bagimu? Apakah kamu berusaha berhenti mengingat kita sepertiku? Karena walaupun aku tahu bahwa kita nggak akan pernah bisa bersama, tidak peduli seberapa kuat perasaan kita, aku masih merasakan kehilangan dalam semua hal yang aku lakukan. Aku nggak tahan mendengar lagu-lagu tertentu, karena hanya membuatku teringat senyummu Atau membuka media sosal tanpa mencari tahu kabarmu. Kenangan di antara kita menghantui. Memejamkan mata untuk mengusirnya pun tak selalu berhasil. Jika kamu penasaran, ya, aku masih menyimpan buku-buku pemberianmu. Buku-buku yang tidak pernah aku baca, sebab terlalu menyakitkan melihat dirimu di sana. Kadang aku berpikir apakah sebaiknya semua itu kukembalikan saja padamu? Jika kamu penasaran, ya, aku masih menyimpan percakapan-percakapan kita. Aku masih ingat semua perasaanku ketika kamu mengatakan perasaanmu. Membacanya kembali memang sangat menyakitkan, dan terus membuatku menangis. Aku tahu seharusnya aku melangkah dari bayangan. Aku berusaha sekuat tenagaku untuk memikirkan semua hal selain kamu. Barangkali perasaanku sangat dalam tanpa aku sadari, sehingga mengenyahkanmu […]

#4. Ketika Rindu Terhalang Ragu

Posted on Leave a commentPosted in 28 Hari Menulis Tentang Cinta, Imperfect Rhyme

Ketika rindu terhalang ragu Ketika jarak tak juga terlipat Ketika waktu seakan tak bergerak Ketika peluk berubah menjadi pelik Ketika pertemuan berhenti pada khayalan Ketika melangkah pergi menjadi satu-satunya pilihan Ketika kehilangan menjadi sesuatu yang harus direngkuh tanpa dirasakan kehadirannya Ketika saatnya melupakan tiba Aku menyelipkan namamu dalam doa-doa baik tentang kita yang lantas kukirimkan pada Tuhan   ——- Terima kasih pernah menempatkanku secara istimewa di hatimu #28harimenulistentangcinta