It Started With A Dream (Part 2)

Kawan,

Pernahkah kamu tiba-tiba bermimpi tentang seorang dari masa lalu, yang terlalu lama enggak pernah kamu jumpai, lalu bangun dan bertanya-tanya mengapa kamu bermimpi tentangnya? Lantas kamu mulai memikirkannya. Dan tak lama setelahnya, dengan tiba-tiba juga, orang itu menyapamu akrab di whatsapp dan kemudian berlanjut di fesbuk – sesuatu yg belum pernah terjadi sebelumnya, meski kamu memiliki kontaknya.

Continue reading “It Started With A Dream (Part 2)”

8 Hal yang Penulis Lakukan Ketika Menunggu

menunggu

Minggu lalu saya submit dua naskah berbeda ke dua penerbit. Mau nggak mau, yang harus saya lakukan selanjutnya adalah menunggu kabar dari mereka.

Kamu juga begitu, kan? Menunggu kabar kapan (atau apakah) naskah bisa terbit adalah bagian dari kehidupan seorang penulis. Dan sebagai penulis, kita tahu, situasi ini membosankan dan kadang membikin diri frustasi.

Nah, bagaimana caranya supaya menunggu bisa berguna? Apa yang harus kita lakukan sembari menunggu naskah diterbitkan?

Jawaban standar adalah “menulis naskah berikutnya” ~ tapi kita tahu hal itu nggak semudah kedengarannya. Saya biasanya perlu waktu minimal satu hingga tiga minggu “istirahat’ sebelum bisa menulis naskah baru. Dan dalam masa itu, biasanya saya: Continue reading “8 Hal yang Penulis Lakukan Ketika Menunggu”