Ultimate Achievement

Topik paling hangat di kantor saya minggu lalu adalah kenapa banyak cewek yang melempem begitu dia punya pasangan.

Sebut aja lajang terpopuler Carrie Bradshaw, dalam salah satu episode Sex and The City, dia yang begitu cemerlang memilih pindah ke Paris dan mengabaikan karier dan sahabat-sahabatnya demi tunangan Rusianya. Hampir melempem dia kalau saja sutradara enggak segera mengubah jalan cerita dan mengembalikan Carrie ke kelajangannya. Cerita lain dalam “Life or something like it” dimana tokoh yang diperankan Angelina Jolie sudah merencanakan setiap aspek dalam hidupnya untuk menjadi presenter berita nasional, dan begitu cita-citanya tinggal selangkah lagi..dia mundur dan memilih menjadi presenter lokal demi kekasihnya.

Kenapa perempuan lajang* kelihatan lebih cemerlang daripada yang memilih berpasangan? Atau kalau pertanyaannya dibalik, kenapa perempuan yang punya pasangan lebih sering kelihatan tidak mempunyai achievement?

Kesimpulan dari pembicaraan kami adalah dalam banyak budaya – sejak era homo erectus sampai internet – masyarakat percaya bahwa ultimate achievement perempuan tidak lain adalah mempunyai pasangan. Itu kenapa orang seperti Ayu Utami (atau teman saya, Elok) yang jelas-jelas mengatakan tidak akan menikah masih dianggap aneh oleh masyarakatnya. Mungkin itu juga yang membuat perempuan menikah yang kemudian sadar bahwa ultimate achievement mereka bukan berpasangan akan menuntut perceraian**

Menentukan Ultimate achievement dalam hidup sama seperti memilih coklat praline dari kotaknya***, kita akan lebih menikmati rasanya seandainya kita tahu apa isi di dalam setiap coklatnya. Sayangnya enggak semua cewek menyadari bahwa mereka bisa memilih praline, karena sejak kecil yang diajarkan adalah bahwa coklat ya coklat! Rasanya cuma satu….rasa coklat. Take it for granted!

Sebagian teman malah mengatakan sudah kodratnya cewek harus berpasangan. Well..yang saya percaya tentang kodrat perempuan adalah bahwa dia bisa hamil dan melahirkan. Lainnya tidak…

————————-

*lajang di sini artinya tidak sedang berpasangan, bukan tidak pernah berpasangan – soalnya status janda buat saya juga sama dengan lajang.
**tentu saja masih ada banyak faktor lain dalam sebuah perceraian.
***meminjam kalimat terkenal Forrest Gump “Life is like a box of chocolate”

Facebook Comments