Ah..waktu tidur! Dulu itu berarti sebuah ketenangan, kedamaian utk merefleksikan dan menata pikiran sebelum hanyut ke alam mimpi. Waktu ternyaman utk saya dan suami utk bercerita ttg kegiatan sepanjang hari dan membahas berbagai rencana.

Dan, inilah skenario waktu tidur saat ini; ‘Adit mau minum dulu! Adit mau pipis! Minta cium lagi! Nyalain lampunya!”. Dan ayahnya yg super sabar, akan memberikan minum, ciuman dan beberapa kali bolak-balik ke kamar mandi. Walaupun semua sudah dilakukan, masih saja Adit bilang”Adit masih haus”.

Saya percaya Adit bukan nakal. Ia cuma marah dan kesal krn merasa direnggut dari waktu bermainnya. Itu mirip kalau saya lagi baca buku dgn tenangnya kemudian ibu saya bilang ’Ayo tidur!’. Meski sudah minta waktu sedikit lagi, tetap saja saya ditarik dari sofa, digiring ke kamar dan dipakaikan piyama. Saya pastinya akan marah kesal dan merasa diatur2.

Perlu beberapa waktu sampai saya dan mas arief menemukan taktik mengakhiri perang sebelum tidur itu. Malam itu, kira2 sejam sebelum waktu tidurnya, kami mengingatkan Adit bhw dia akan tidur, dan itu diulangi tiap sepuluh menit. Selama itu, kami berusaha mengurangi kegiatannya dgn mengajaknya berperan sbg pengambil keputusan. ”Mau pakai piamanya sama ibu apa ayah? Mau pakai piama power ranger apa superman? Tidurnya mau sama mobil apa robot?”. Maklum deh, anak seumur Adit kan merasa sangat mandiri (dan itu tahap penting dlm pertumbuhannya) jadi mana mau dia diatur-atur. Mengambil keputusan membuatnya merasa diutamakan.

Akhirnya sekitar seperempat jam sebelum waktu tidur, saya membuat perjanjian; dua buku, dua lagu dan lima ciuman setelah itu harus tidur. Berhasil? Tentu tidak, krn dia masih minta minum dan ke kamar mandi. Namun kali itu, saya dan mas arief menegakan hati utk gak memenuhi permintaannya. Saat Adit keluar kamar krn merasa gak diperhatikan, saya menuntunnya lagi ke tempat tidur tanpa ngomong apa-apa dan tanpa kontak mata. Setelah enam tujuh kali begitu, akhirnya Adit mengerti bhw saya serius dan dia gak keluar kamar lagi.
Rutinitas itu kami jalankan tiap malam. Setelah beberapa minggu, akhirnya perang armagedon itu usai!

Facebook Comments

Leave a Reply