Semangat Kemerdekaan

Bagaimana semangat kemerdekaan kamu? Di masa perjuangan, semangat kemerdekaan diejawantahkan lewat kata ”Merdeka!” yang dipekikan sambil mengepalkan tangan ke atas sementara tangan lain menggenggam bambu runcing. Kata ”Merdeka” diucapkan sebagai salam sehari-hari, saat bertemu siapa saja. Di jalan, di pasar, di warung kopi, di kota, di desa, di hutan. Pokoknya di mana pun kita bisa […]

Hari Kemerdekaan

Beberapa tahun lalu, seseorang berkebangsaan Australia tinggal di homestay yang saya kelola. Pada pagi di tanggal tujuh belas Agustus, ia dengan tulus mengucapkan selamat hari kemerdekaan pada saya. Entah kenapa ucapannya terasa aneh, namun saya tetap berterima kasih. Saya lantas berpikir, rasanya memang belum pernah ada orang sebangsa yang menyelamati saya seperti itu, demikian juga […]

Misuh

Seorang kawan lama, ia diplomat Kanada yang sedang berlibur di Indonesia, mengunjungi saya di Jogja akhir pekan lalu. Dulu, ia belajar bahasa Indonesia dari saya, dan setelahnya kami berteman baik meski frekuensi bertemunya jarang. Maka, Minggu malam kemarin kami seperti menumpahkan semua cerita setelah beberapa tahun tak berjumpa. Kami mengobrol banyak hal, mulai dari situasi […]

Troli

Sebetulnya, ada yang lumayan mengganggu saya kalau pergi ke hipermarket. Areal koridor yang begitu luas seperti tak rela menganggur. Ia dipenuhi rak-rak barang yang membuat lebarnya berkurang sehingga tak beda dengan gang. Padahal troli belanja gak lagi berukuran medium, sebaliknya ia didesain dengan ukuran jumbo sehingga tak hanya bisa memuat belanjaan, tetapi anggota keluarga sekaligus. […]

Rindu yang Membuatmu Menoleh Ke Belakang

Ada saat ketika kamu menghabiskan puluhan minggu untuk berfokus pada hal-hal di sekitarmu agar dapat melupakan dia, kamu merasa berhasil, dan lantas… Sebuah lagu terputar Sebuah kalimat terbaca Sebuah kenangan melintas seenaknya. Membuat semua yang upayakan dalam puluhan minggu itu bubrah. Ini adalah saat yang paling enggak banget, sebab mau gak mau kamu akan kembali mengingatnya. […]

Xenophobia dan Inferior Complex

Medsos saya diblokir seorang kawan yang gak menyukai saya lagi. Menurutnya saya sok kebarat-baratan. Sebetulnya saya gak pasti juga bagian mana dari pikiran saya yang ia tuduh begitu, tapi malas bertanya karena sudah sebal duluan. Cuma kemudian saya penasaran, apa sih kebarat-baratan itu? Sebab saya gak berbikini saat liburan di pantai, meski bukan dengan alasan […]

Masih Penting, Ya?

Dua kawan membaca brosur seukuran folio sambil cekikian, mirip saat saya cekikikan krn membaca komik Benny & Mice – Lost in Bali. Karena penasaran, saya bertanya. Ternyata mereka menertawakan sebuah testimoni. “Waktu kuliah saya melakukan hal terlalu jauh dgn pacar saya. Kemudian kami putus. Sekarang saya bingung sekali karena tak mau calon suami saya kecewa […]

Bule Minded

Pada tahun-tahun awal mengajar BIPA, saya pernah kepingin berpacar bule. Sekarang, setelah sepuluh tahun lewat, tak pernah sekalipun saya kencan dengan orang asing. Persoalannya cuma satu. Tak ada bule yang mau menjadikan saya pacar. ‘Terlalu outspoken’ katanya. ‘Kurang Indonesia’ kata yang lain. ‘Kulit lo nggak eksotis sih!’ ejek seorang kawan. Barangkali label-label itu gak benar, […]

En Route

Saya enggak mudik, sebab memang tak punya kampung halaman. Sejak kecil saya terbiasa nomaden, hidup berpindah-pindah, mengikuti ayah yang berdinas di beberapa pulau berbeda. Sebenarnya saya punya keluarga besar di Bandung dan Jakarta, mereka sering ngumpul di salah satu kota itu setiap tahun. Hanya saja saya lebih sering absen, sebab keluarga inti saya, ibu dan adik-adik, […]

Petasan

Satu hal yang saya gak suka dari bulan puasa adalah suara petasan. Entah di tempat lain, tapi di sekitar rumah saya suara petasan masih menjadi hal yang wajib ditoleransi. Sayangnya saya kurang bisa mentoleransi bunyi -bunyian keras. Telinga saya peka dan saya gampang kaget. Beruntung saya gak lemah jantung, tapi saya suka kasihan sama bayi-bayi yang […]