Satu hal yang saya gak suka dari bulan puasa adalah suara petasan. Entah di tempat lain, tapi di sekitar rumah saya suara petasan masih menjadi hal yang wajib ditoleransi. Sayangnya saya kurang bisa mentoleransi bunyi -bunyian keras. Telinga saya peka dan saya gampang kaget.

Beruntung saya gak lemah jantung, tapi saya suka kasihan sama bayi-bayi yang menangis atau ayam-ayam yang susah bertelur karena gelisah mendengar dentuman mercon-mercon itu. Saya kepingin mengutarakan kekesalan saya kepada anak-anak (bahkan orang dewasa) yang main petasan setelah sholat Tarawih dan menjelang subuh itu. Tapi saya yakin mereka cuma akan bilang; “Ya itu sih masalah lo, kita asyik-asyik aja kok!’.

Begitulah, asyik adalah alasan kuat untuk memainkan sejumput bahan peledak. Mungkin bermain petasan memang asyik buat orang lain. Saya tidak, sebab waktu kecil saya tidak pernah main petasan. Saya cuma menyalakan kembang api, dan senang melihat percikannya jatuh ke tanah saat digantung di ranting pohon. Sayangnya kembang api sekarang beda dengan di masa saya kecil, sumbunya lebih pendek dan lebih tipis sehingga percikannya kurang heboh dan menyala hanya sebentar.

Kembang api memang musti beli, beda dengan petasan yang bisa dibikin sendiri. Menikmati kembang api juga cuma bisa di malam hari dan jelas gak ada bunyi dar-der-dor. Kembang api juga terlalu aman, gak bisa melukai badan dengan ledakannya, seperti petasan yang bisa membikin gosong seluruh badan, membakar rumah atau minimal membuat jari buntung.

Saya yakin sebetulnya Pemda Jogja sudah resmi melarang peredaran petasan sejak bertahun-tahun yang lalu, dan cuma sedikit yang mematuhi. Kalaupun dipatuhi, hal itu tak membuat kehebohan main bahan peledak berkurang. Saya ingat ketika petasan belum sepopuler sekarang, anak-anak (dan orang dewasa) dengan kreatif membikin long bumbung. Benda ini dentumannya bisa bikin bangun orang mati saking kagetnya.

Apapun bentuknya, buat saya suara petasan mengesalkan. Cuma saya kira buat sebagian orang lain, tanpa gelegar mercon disana sini barangkali puasa terasa begitu sepi.

Catatan:
Long bumbung; sejenis mercon yang bisa dibuat sendiri dari bambu yang ujungnya diberi sumbu sementara ujung lainnya diisi karbit. Dengan namanya yang berbeda-beda saya kira tiap daerah punya mercon macam begini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.