Mengapa Perlu Menulis Memoar?
Jika kamu ingin menulis kisah hidupmu atau orang-orang yang kamu kagumi, maka kamu bisa menuliskannya dalam bentuk memoar.

me.mo.ar /mèmoar

  1. n kenang-kenangan sejarah atau catatan peristiwa masa lampau menyerupai autobiografi yang ditulis dengan menekankan pendapat, kesan, dan tanggapan pencerita atas peristiwa yang dialami dan tentang tokoh yang berhubungan denganny
  2. n catatan atau rekaman tentang pengalaman hidup seseorang

Sumber: https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Memoar bukan ringkasan kehidupan, melainkan jendela kehidupan, sangat mirip dengan foto yang ditata dalam komposisi selektif. Meskipun terlihat sebagai catatan peristiwa dalam kehidupan seorang yang ditulis secara acak,  konstruksi memoar sudah dirancang rapi sejak awal.

Benar bahwa menulis memoar bukan pekerjaan ringan, dan di tengah proses kamu mungkin akan mulai ragu, buat apa sih harus menulis kisah hidup semacam ini? Percaya deh, kalau bisa mengatasinya,  kamu akan menghasilkan sebuah karya yang istimewa.

Alasan Penting Menulis Memoar
Ada banyak alasan untuk menulis kisah hidupmu atau seseorang yang kamu kagumi, tetapi yang paling menarik adalah ini:

Untuk Menceritakan Kisahmu – Hanya kamu yang bisa menceritakan kisah hidupmu dengan caramu sendiri. Penulis lain tidak dapat menulis dengan cara yang kamu inginkan. Kamu memiliki kisah yang istimewa – dengan nada dan gaya khas. Seperti yang dikatakan penulis Amerika, Diana Raab: ‘Ketika menulis memoar, kamu menulis versimu tentang apa yang kamu pikir terjadi dari sudut pandangmu sendiri. Orang lain mungkin memiliki versi berbeda.’

Alasan penting lainnya untuk menulis tentang kisahmu atau orang-orang yang kamu kagumi:

Untuk Lebih Memahami Hidup. Penulis memoar seringnya menulis untuk memberi tahu orang lain kisah-kisah yang pernah terjadi padanya, tetapi pada waktu bersamaan, penulis akhirnya belajar lebih banyak tentang diri sendiri selama proses penulisan.

Untuk Melepaskan Luka. Penulis memoar menulis sebagai terapi. Jika menulis sebuah kisah nyata, dengan gaya mereka sendiri, memoar bisa menjadi terapi penyembuhan luka batin di masa lalu. Menurut penulis buku Bird by Bird, Anne Lamott, “Kamu mengalami banyak kisah kehidupan, baik dan buruk. Ceritakan kisahmu. Hanya orang sempurna yang bisa menulis hal-hal baik saja.”

Untuk Meninggalkan Catatan. Penulis memoar menambah keindahan permadani kehidupan. Menuliskan kisahmu berarti kamu menambah catatan sejarah dunia.

Untuk Meninggalkan Jejak. Para penulis memoar memberikan sisi ceritanya kepada keluarga dan teman-teman. Bahkan jikapun  tidak pernah diterbitkan, memoar itu akan meninggalkan jejak bagi orang-orang yang mengenalnya. Jejak yang mungkin bisa mereka ikuti di masa depan.

Agar Terhubung. Para penulis memoar menjadi bagian dari sebuah komunitas ketika mereka menceritakan kisah mereka. Mereka dapat terhubung dengan orang-orang yang telah melalui pengalaman serupa atau dengan orang-orang yang belum, tetapi yang dapat berempati dan belajar dari cerita mereka.

“Menulis fiksi memberi banyak kebebasan, namun menulis memoar memberikan dampak yang jauh lebih kuat pada pembaca. Entah bagaimana, pesan-pesan kehidupan – bahkan ketika kita tidak sadar telah menuliskannya – tersampaikan lebih baik dalam sebuah memoar.” ~ Isabel Allende.

Untuk Belajar Menceritakan Sebuah Kisah. Mendongeng adalah salah satu keterampilan yang sebaiknya dimiliki oleh siapapun. Menulis memoar merupakan cara belajar terbaik untuk membuat kisah dari awal, tengah, hingga akhir. Memoar membantu penulis belajar bagaimana mengatur pikiran dan mengomunikasikannya dengan lebih jelas lewat tulisan.

Tips: Jangan menulis memoar untuk membalas dendam atau memberi pelajaran kepada orang lain. Tuliskan kisahmu sendiri. Jika orang lain belajar sesuatu dari bukumu,  itu adalah bonus.

Jadi pelajari cara menulisnya, buat kerangka kerja cerita yang tepat, dan selesaikan memoarmu.

Oya, kalau kamu ingin belajar cara menulis memoar, daftarkan dirimu untuk kursus The Secret of Memoir dengan mengirimkan email ke linguaksara@gmail.com

— January 10, 2019

What Do You Think?

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: