Banyak dari kita berupaya agar bisa menjadi seproduktif mungkin, tetapi seringnya hal tersebut tidak mudah. Sebagai penulis, dan mengurus beberapa blog, saya harus menemukan cara untuk menjadi (jauh) lebih produktif daripada biasanya. Berikut adalah beberapa tip sederhana yang membantu saya menulis ratusan ribu kata dalam setahun.

Ciptakan Ritual Menulis

Saya pernah menulis (dan barangkali kamu juga sering dengar dari banya penulis lain) tentang rutinitas menulis, dan betapa pentingnya mempertahankanya. Saya merasa menerapkan ritual penulisan jauh lebih penting, dan lebih kondusif bagi produktivitas menulis.

Ritual mirip dengan rutinitas, tetapi biasanya lebih menyenangkan, dan meliputi beberapa variasi juga. Ritual penulisan misalnya menyalakan lilin aromaterapi, membuat secangkir kopi atau teh kesukaan, menghidupkan playlist musik favorit, atau berdoa sejenak, membuat afirmasi atau janji kepada alam semesta, “Saya akan menulis 5 halaman naskah sebelum makan siang.” Apapun ritualnya, lakukan yang paling pas buatmu. Ritual adalah sesuatu yang dengan jelas memberi sinyal kepada otak bahwa ini adalah waktunya menulis. Tidak ada pilihan lain.

Ritual menulis sebetulnya bisa lebih bervariasi. Selama beberapa tahun terakhir, saya menciptakan ritual penulisan di tempat favorit pada setiap beberapa hari. Misalnya, menulis di kedai kopi favorit setiap Senin pagi (Sebab ini waktu ketika kedai kopi tidak ramai), atau menuangkan ide-ide selama sepuluh menit sebelum tidur. Ritual dapat berfungsi sebagai “titik tempat jangkar ditancapkan”, dan kita bisa meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang memicu kreativitas atau proses penulisan, serta membuat kita lebih produktif setiap kali.

cara menulis novel

Fokus Pada Genre yang Dikuasai

Kebanyakan penulis bisa menulis tentang apa saja, dan itu bukan hal yang buruk. Namun, mengembangkan spesialisasi penulisan akan berdampak positif pada produktivitas. Saya berspesialisasi dalam non fiksi populer dan tema-tema yang saya kuasai (dan saya sukai) antara lain lifestyle, kesehatan populer, dan parenting.

Jika kamu menulis hal yang kamu kuasai (dan kamu sukai), menjadi produktif jauh lebih mudah. Mungkin kamu memiliki pengetahuan spesialis, misalnya kamu bekerja di bidang teknologi, atau pernah belajar membuat kue, hal tersebut akan sangat membantu. Lebih mudah untukmu tahu di mana mencari kutipan, atau statistik, atau hasil studi yang akan mendukung penulisanmu. Kamu juga memiliki kosakata dan konteks yang tepat. Sebuah artikel atau esai dapat melahirkan banyak ide bagi artikel lain mengenai topik yang sama.

Bahkan jika kamu seorang penulis fiksi, spesialisasi dapat menjadi sumber produktifitas. Jika kamu selalu menulis dalam genre tertentu, misalnya genre thriller, maka itulah genre yang ingin kamu baca, teliti, dan pantau trennya. Mencoba satu genre ke genre lain mungkin malah membuatmu kesulitan menulis.

Benar bahwa menulis tentang banyak topik berbeda bisa menarik, menstimulasi dan menggiurkan. Namun, kamu bakal paling produktif saat memilih spesialisasi dan berfokus di sana beberapa saat sebelum beranjak ke spesialisasi lain.

Metode 90/90/1

Saya meminjam metode ini dari Robin Sharma, penulis “The Greatness Guide” dan “The Monk Who Sold Ferrari”. Saya menggunakannya untuk menjadi lebih produktif pada semua proyek menulis saya. Metode ini memungkinkan saya untuk menulis belasan buku non fiksi, beberapa novel, dan menulis artikel-artikel blog, sambil juga mengerjakan beberapa pekerjaan freelance writing ringan setiap hari.

Robin Sharma menyarankan bahwa agar bisa menghasilkan karya penting, maka kita perlu mendedikasikan 90 menit sehari, selama 90 hari, hanya untuk 1 hal. Saya sudah mencobanya dan setuju dengan sarannya. Luangkan 90 menit pertama harimu, setiap hari, selama 90 hari, untuk satu hal yang ingin kamu ciptakan dalam setiap tiga atau empat bulan.

Bebas Gangguan

Ini jelas sulit, tetapi kita tahu kan dampak gangguan terhadap produktivitas. Jadi, matikan notifikasi ponsel, log out dari media sosial, tutup jendela peramban yang tidak dibutuhkan, dan nyalakan headphone peredam derau. Atau kamu bisa bangun lebih awal, begadang, dan bujuk anggota keluarga – lakukan apa pun yang harus dilakukan agar terbebas dari gangguan sesering mungkin.

Kamu perlu memiliki keadaan produktif, yakni ketika kamu mendedikasi untuk menulis tanpa gangguan selama 90 menit. Dalam waktu hanya satu setengah jam itu, kamu bisa membuat perbedaan besar dalam kemajuan penulisan yang akan kamu capai.

astrid savitri

Buat Jurnal

Dulu saya mengira membuat jurnal itu buang-buang waktu dan buang-buang kata. Kenapa menulis jurnal? Kan saya seorang penulis profesional yang seharusnya menulis artikel dan esai yang bisa saya jual atau terbitkan? Namun kemudian saya mencobanya dan merasa bahwa pemikiran saya salah. Ternyata menulis jurnal dengan cara yang benar dapat menciptakan tulisan yang dapat saya gunakan dalam naskah non fiksi maupun fiksi. Sekarang, saya menulis jurnal setiap hari, dan hal itu mendorong saya menghasilkan lebih banyak ide untuk artikel, esai, posting blog dan naskah buku-buku saya.

Kuncinya di sini adalah dengan menggunakan jurnal untuk membuat daftar pemikiran tentang apa yang mungkin kamu tulis, masalah yang mungkin mau kamu bahas, ide-ide yang mungkin kamu masukkan ke dalam tulisan, atau judul yang mungkin kamu gunakan untuk cerita dan artikel.

Ada banyak cara menulis jurnal. Saya memulainya dengan mendaftar sepuluh tema atau judul yang mungkin untuk artikel, posting blog, naskah non fiksi atau cerita novel. Daftar itu tidak harus sempurna, tetapi dapat menjadi titik awal, dan seringkali berhasil baik. Tanpa perlu terlalu pandai dalam matematika, kamu bisa mengetahui bahwa melakukan hal ini hanya dalam satu bulan dapat menghasilkan sekitar 300 gagasan yang siap dieksekusi.

Saya sering melanjutkan daftar dalam jurnal saya dengan menyempurnakan satu atau dua ide di sana. Ketika harus menulis naskah atau artikel, saya tinggal memasukkan hasil riset, fakta, dan kutipan. Pada saat yang sama, saya juga merekam gagasan pribadi, pertanyaan, renungan dan wawasan tentang topik – hal-hal yang akan membuat saya bisa menyelesaikan tulisan yang unik.

Tip-tip di atas membantu saya menjadi lebih produktif sebagai penulis dan blogger. Mungkin juga bisa membantumu, coba saja.

— January 11, 2019

One thought on “Lima Cara Menjadi Penulis Produktif

  1. Pingback: 9 CARA AGAR TETAP TERMOTIVASI DALAM MENULIS BUKU – Astrid Savitri

What Do You Think?

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: