Masa-masa ketika seorang penulis dianggap berjarak, tak tersentuh, makhluk mitos yang diagungkan oleh para pembacanya, sudah lama lewat.

Saat remaja, saya tinggal di luar pulau Jawa, dan itu membuat keinginan bertemu penulis-penulis keren tahun 90an semacam Hilman, Gol A Gong, Zara Zettira, Arswendo Atmowiloto menjadi sekadar wacana. Jikapun mereka kebetulan mengadakan acara, informasinya sulit didapat, pun biayanya biasanya mahal. Bisa menemui penulis benar-benar sebuah keberuntungan.

Penulis-penulis hebat masa lalu umumnya tidak banyak berinteraksi dengan pembaca. Mereka tinggal di “gua”-nya sendiri, bertapa, menulis karya luar biasa, menerbitkannya, membuat beberapa event ekslusif di kota-kota besar, lalu kembali bertapa sampai bisa menerbitkan karya berikutnya (sebagian malah menghilang)

Dulu, penulis seolah profesi yang sunyi. Sekarang, penulis yang ogah riuh mem-branding diri, nama dan karyanya bisa-bisa tidak terdengar. Penulis-penulis seperti Dee Lestari, Bernard Batubara, Fiersa Besari, Ika Natassa, menggunakan berbagai platform online untuk mem-branding diri. Tujuannya bukan untuk populer (lagian kan mereka sudah terkenal) tapi lebih untuk berinteraksi dengan para pembaca atau siapapun yang mengapriesiasi karya-karyanya.

Maraknya platform online membuat penulis-penulis sekarang, terutama penulis indie, bisa berinteraksi langsung dengan pembaca secara lebih luas dan intens daripada sebelumnya. Baik melalui media sosial, blog dan media lainnya. Ada begitu banyak cara untuk terlibat dengan pembaca. Namun, di luar posting standar di Facebook atau update blog, cara lain apa lagi sih yang menarik dan membuat penulis dapat berinteraksi dengan penggemar karyanya?

Yuk, kita lihat 5 cara kekinian untuk berinteraksi dengan para pembacamu.

Instagram Stories

Peluncuran fitur Instagram Story pada tahun 2016 membuka jalan bagi platform tersebut untuk memperkenalkan pengguna pada cara baru berinteraksi dengan follower, yakni secara langsung dan interaktif.

Jika kamu belum terbiasa dengan fitur ini, Instagram Stories memungkinkan pengguna untuk mem-posting foto dan video, yang akan hilang setelah 24 jam, di bagian yang terpisah dari feed standar Instagram. Posting tersebut dapat dihiasi dengan teks, GIF, tagar, stiker interaktif, dan lain sebagainya.

Branding lewat Instagram

Lantas, apa manfaat Instagram Stories bagi penulis dalam berinteraksi dengan pembaca? Ada beberapa fungsi dari Instagram Stories yang dapat digunakan untuk mengundang keterlibatan langsung follower-mu, misalnya:

  • Q&A

Instagram meluncurkan fitur ‘Question’ untuk Stories pada bulan Juli 2018. Fitur ini berupa stiker khusus untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan prompt yang dapat direspons secara langsung oleh follower.

Fitur ini bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mengadakan Q&A penulis. Cukup posting Stories dengan stiker ‘Ask Me Question’ yang mengajak follower untuk bertanya padamu. Kamu bisa mempersempit jenis pertanyaan, misalnya tentang karyamu, buku berikutnya, atau tip-tip menulismu. Kamu kemudian dapat melihat respons dari follower dan menjawabnya lewat Stories.

  • Polling

Diperkenalkan pada tahun 2017, fitur ‘Polling’ memungkinkan pengguna untuk memposting Stories dengan stiker ‘Polling’. Stiker dapat disesuaikan dengan pertanyaan dan pilihan opsimu, dan follower bisa memberikan suara dan melihat hasilnya secara real time.

Penulis dapat menggunakan fitur ini dalam berbagai cara. Mintalah masukan follower-mu tentang apa saja, misalnya mana dari tokoh-tokoh dalam novel terbarumu yang menjadi favorit mereka, atau pendapat mereka mengenai camilan paling enak kala menulis, dan lain sebagainya.

Instagram dan Facebook Live

Saya sudah membahas mengenai gagasan konten untuk platform penulis dalam posting sebelumnya, tetapi apakah kamu pernah mempertimbangkan untuk live video streaming bagi follower media sosialmu?

Saya sendiri sampai hari ini masih belum pede untuk live video streaming. Hanya saja, baik Facebook maunpun Instagram menawarkan opsi Live Video yang bisa memberi kamu peluang untuk terhubung langsung dengan pembaca secara real time.

Video-video Facebook Live muncul di newsfeed utama, memungkinkan audiens untuk membagikan reaksi (melalui ikon untuk ‘suka’, ‘cinta’, ‘haha’ dll.) serta menambahkan komentar saat mereka menonton. Setelah Live Streaming berakhir, video akan dipublikasikan ke halaman akunmu sehingga siapapun yang belum melihat tetap bisa menontonnya.

Demikian pula, video Instagram Live memungkinkan audiens untuk menambahkan komentar langsung. Live Video muncul di bagian yang sama dengan Stories di atas feed standar Instagram. Seperti halnya Stories, Live Video di Instagram adalah fana – begitu streaming selesai, video akan menghilang. Namun, kita tetap dapat membagikan replay Live Video ke Stories agar siapapun yang belum melihat bisa menontonnya.

Bagaimana penulis dapat menggunakan Live Video Streaming agar terhubung dengan pembaca? Berikut beberapa ide:

    • Sesi Tanya Jawab, yakni ketika pembaca berkomentar melalui pertanyaan dan kamu menjawabnya secara langsung dalam video
    • Rilis kover atau judul bukumu berikutnya
    • Live unboxing dari cetakan pertama buku terbarumu
    • Live streaming suatu acara, misalnya peluncuran buku
    • Cuplikan sesi penulisan secara live (tapi hati-hati, jika cuplikannya tentang buku berikutnya, jaga agar tetap singkat agar tidak menjadi spoiler)

Goodreads ‘Ask the Author’

Saya pernah menulis alasan mengapa penulis harus memiliki akun Goodreads, tetapi rasanya saya ingin membahas lagi fungsi Goodreads ‘Ask the Author’ di sini.

Untuk menampilkan kotak ‘Ask the Author’ setelah bio di halaman penulis, pastikan tombol di bagian yang sesuai dari Dasbor Penulis diatur ke ‘aktif’. Kamu juga dapat menambahkan pesan pribadi untuk ditampilkan di atas kotak pertanyaan.

Melalui fungsi ini, pengguna Goodreads lain dapat mengirimkan pertanyaan dan kamu bisa memilih mana yang ingin kamu jawab. Pertanyaan dari pembaca hanya akan terlihat olehmu sampai kamu memilih untuk menjawabnya; semua pertanyaan yang dijawab kemudian akan ditampilkan agar bisa dilihat oleh siapapun yang mengunjungi halamanmu.

Fitur ini merupakan cara bagus untuk terlibat dengan pembaca yang ingin tahu lebih banyak tentangmu dan karya-karyamu. Halaman Goodreads seringkali menjadi salah satu tempat pembaca potensial baru terus mengunjungimu. Secara otomatis mereka akan merasa mengenalmu sedikit lebih baik setelah membaca beberapa tanggapan darimu.

Dan jangan khawatir, pertanyaan dan jawaban dapat ditandai dengan spoiler warning, jadi pembaca baru tidak akan terganggu.

penulis kekinian

Reddit ‘Ask Me Anything’

Platform lain yang populer untuk tanya jawab penulis adalah Reddit, dengan format ‘Ask Me Anything’ (AMA). Saya sendiri belum pernah menggunakan platform ini, tapi seorang kawan yang sudah sering memakainya menjelaskan bahwa Reddit adalah situs bergaya forum/diskusi, yang terdiri dari berbagai ‘subreddits’ dan membahas hampir semua topik yang ingin kamu ketahui.

Reddit AMA memberikan kesempatan bagi penulis untuk membuka diri terhadap pertanyaan dari pembaca, menjawabnya, dan menciptakan diskusi bermanfaat. Pertanyaan dapat ‘di-upgrade‘ oleh pengguna, dan postingan dengan upvotes terbanyak bisa memberimu indikasi baik tentang hal-hal yang benar-benar ingin diketahui pembaca!

Selain memungkinkan penulis untuk mengobrol langsung dengan pembaca, AMA menyatukan banyak pembaca dan memicu diskusi di antara mereka. Hal ini merupakan cara terbaik untuk menciptakan nuansa komunitas nyata di antara pembaca karyamu.

Untuk meng-host AMA, pertama-tama kamu harus membuat akun di Reddit. Siapa pun dapat membuat utas AMA kapan saja, tetapi jika kamu benar-benar ingin melakukannya dengan benar, hubungi salah satu moderator dari subreddit yang kamu pilih untuk AMA-mu. Diskusikan tentang penjadwalan AMA di awal, dengan begitu mereka bisa menempatkanmu di sidebar ‘Upcoming AMAs’ dari subreddit, yang bisa menarik lebih banyak perhatian.

Minta Masukan

Bagi setiap pembaca, dimintai masukan oleh penulis yang karyanya sangat mereka sukai memberikan kegembiraan tersendiri. Berbeda dengan book review, jenis masukan yang saya maksudkan di sini tidak serta merta memberikan umpan balik langsung pada bukumu, melainkan aspek lain dari platform dan brand-mu sebagai penulis.

Jangkau pembaca dengan meminta masukan mereka melalui jajak pendapat, posting media sosial, dan lain sebagainya. Ini dapat membantumu terhubung dengan mereka dengan cara menyenangkan. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan misalnya minta masukan tentang:

    • Topik apa yang ingin mereka lihat lebih banyak di blog atau media sosialmu.
    • Apa yang paling mereka suka lihat di jejaring sosialmu,  konten-konten mengenai penulisan atau pribadi? Foto-foto hewan peliharaan atau ruangan kerja tempatmu menghasilkan tulisan?
    • Judul seperti apa yang paling mereka sukai untuk buku berikutnya (terutama jika kamu sendiri sedang bingung memilih dari beberapa opsi yang ada)
    • Apa yang mereka inginkan sebagai pembaca, apakah cerita prekuel atau tokoh mana yang mereka ingin kamu jadikan tokoh utama di prekuel novel berikutnya

Nah, banyak kan caranya? Mana yang paling tepat buatmu untuk berinteraksi dengan para pembacamu?

— January 22, 2019

2 thoughts on “5 Cara Penulis Berinteraksi Dengan Pembaca

  1. Pingback: 6 Tips Agar Tidak Kalap Beli Buku Di Patjar Merah | Astrid Savitri
  2. Pingback: Lebih Asyik Menulis Fiksi atau Nonfiksi? – Astrid Savitri

What Do You Think?

Follow

Get the latest posts delivered to your mailbox: