Motivasi adalah energi yang menjadi ukuran setiap upaya. Ketika menulis buku, kamu mungkin akan mengalami masa-masa tanpa motivasi menulis atau bahkan mengalami writer’s block.

Untuk mengatasi hal tersebut, butuh sejumlah kiat dan teknik yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah motivasi, misalnya segera mulai menulis, mendapatkan mood yang pas, atau menyingkirkan writer’s block tersebut.

Kamu mungkin ingin baca sistem menulis paling ideal

Kali ini saya mau bahas sembilan teknik agar kamu tetap termotivasi untuk menulis dan menyelesaikan naskah bukumu. Teknik-teknik ini diciptakan oleh Brian Tracy, seorang penulis, pembicara, dan pengusaha. Dia juga dikenal sebagai salah satu ahli pengembangan pribadi top di dunia saat ini.

SERING MENULIS

Teknik yang pertama (konon sering digunakan para seniman, dan bisa digunakan oleh penulis juga) adalah menulis sesering mungkin — bahkan ketika kamu tidak ingin mengetikkan satu kata pun, lakukan saja. Cukup tulis apa pun yang terjadi. Ini memicu sesuatu di otak yang mengatur pertemuan antara jalur rutinitas harian dan sisi kreatif kita.

TARGET HARIAN

Membuat sasaran penulisan kecil yang dapat dicapai setiap hari akan membantu kamu mengatasi writer’s block. Kamu bisa menetapkan tujuan semacam membuat komitmen untuk menulis 100 kata atau satu halaman sehari. Di akhir 365 hari, kamu akan memiliki buku dengan 365 halaman. Jika bisa menulis lebih cepat, kamu bahkan bisa membuat satu bab sehari.

Jadikan waktu menulis setiap hari sebagai kebiasaan. Jika kamu lebih suka menulis di pagi hari, duduklah dan tulis pada waktu yang sama setiap pagi.

Kamu juga bisa melakukan pra-rilis bukumu di media sosial dan menentukan tanggal peluncurannya (misalnya tanggal ultahmu, ultah ortu, atau ultah pacar). Ini bisa memberimu motivasi tambahan untuk menyelesaikannya sesuai deadline. Tuliskan tujuanmu dan review setiap hari, maka kamu akan bisa menyelesaikan buku dalam waktu singkat.

Tempat menulis yang nyaman
Photo by Tranmautritam from Pexels

RUANG MENULIS

Mengubah lingkungan bisa memberimu motivasi menulis. Misalnya, cobalah menulis di ruangan yang berbeda, di luar, atau dengan warna ruang yang berbeda.

Yang terpenting, singkirkan gangguan saat menulis. Menulis buku membutuhkan perhatian penuh. Ciptakan sudut ruang yang tenang dan bebas gangguan. Heningkan atau matikan ponsel – bahkan jika perlu pasang tanda “JANGAN GANGGU” di pintu.

Kamu mungkin ingin baca cara membuat Morning Pages

MENGEDIT SAAT MENULIS

Kesalahan besar yang terjadi pada penulis adalah mereka mencoba mengedit saat menulis. Ini benar-benar tidak akan bekerja dengan baik. Simpan pengeditan di tahap paling akhir, sebab beralih bolak-balik antara menjadi kreatif dan mengedit menyebabkan kamu kehilangan semangat. Terus menulis dan hanya mengedit setelah naskah selesai seratus persen akan membantumu menyelesaikan buku.

ABAIKAN NASKAHMU

Meskipun kamu mencoba agar tetap termotivasi ketika menulis buku, jangan takut untuk mengabaikan naska bukumu selama beberapa hari ketika kamu merasa stuck atau deadlock. Lanjutkan menulis ketika kamu siap. Pastikan kamu mengatur ulang jadwal kembali menulis. Berikan tenggat yang ketat bagi diri sendiri dan patuhi.

BUAT ANALOGI DAN CONTOH

Jika kamu pernah membaca Think and Grow Rich karya Napoleon Hill, maka kamu mungkin akrab dengan alat yang berguna untuk mengatasi kurangnya motivasi, yakni penciptaan analogi yang mendukung bukumu.

Dalam Think and Grow Rich, Hill menggunakan perbandingan orang kaya dan terkenal untuk mendukung atau menguraikan poinnya. Ketika kamu mengalami kesulitan, lihat orang-orang yang kamu hormati dan juga bagaimana kehidupannya. Tujuannya agar kamu memiliki contoh-contoh tentang apa yang kamu maksud dalam buku. Proses tersebut membuka pintu yang menjembatani kesenjangan antara pemikiran kritis dan refleksi artistik.

LAKUKAN PERCAKAPAN DENGAN DAN TENTANG BUKUMU

Jika kamu kesulitan menulis, coba bicarakan. Menulis seolah-olah kamu sedang berbicara dengan seorang teman. Ketika menulis, bayangkan kamu sedang menceritakan kisahmu kepada salah satu teman. Ketika kamu memberi tahu teman bahwa kamu sedang menulis buku, apa yang bakal kamu katakan? Tuliskan. Pesan apa yang ingin kamu sampaikan? Tuliskan.

Melakukan percakapan dengan bukumu adalah teknik yang sangat baik untuk membicarakan masalah yang perlu kamu selesaikan dengan santai. Berbicara sering kali lebih mudah daripada menulis, itulah sebabnya teknik ini membantu mematahkan writer’s block-mu.

TANTANG DIRI DENGAN WRITING PROMPT

Coba tulis sebuah tulisan kreatif sebagai cara untuk menantang diri untuk menulis, misalnya:

  • Menjelaskan lingkungan sekitar. Lihat ke luar jendela dan jelaskan hal pertama yang kamu lihat dengan sangat rinci. Tulislah seolah-olah kamu sedang menelusuri jalan setapak melalui hutan.
  • Word Challenge – Buka kamus dan pilih kata pertama yang kamu lihat. Gunakan kata itu dalam haiku atau kutipan pendek yang mungkin dikatakan tokoh utama ceritamu (jika kamu menulis novel)

Dan yang terakhir. . .

AMBIL TINDAKAN!

Selalu termotivasi 100% itu sesuatu yang mustahil bagi kebanyakan penulis. Jadi jangan berkecil hati jika kamu kesulitan memulai. Gunakan kesembilan teknik Brian Tracy tersebut untuk membantumu menulis dan menerbitkan buku.

Setiap orang memiliki buku di dalam dirinya. Adalah tugas kamu untuk mencari tahu apa pesanmu pada dunia, ambil tindakan, dan mulailah saja.

One Reply to “9 Cara Agar Tetap Termotivasi dalam Menulis Buku”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.