#28harimenulistentangcinta

Bagaimana perasaanmu kalau tiba-tiba rekan kerjamu mengatakan ingin bercinta denganmu? Senang? Kaget? Marah? Biasa aja? Merasa alam semesta sedang berkonspirasi?

Eh, tapi bisa saja kan rekan kerjamu itu sedang mabuk sehingga kamu tak perlu meresponsnya. Intoksinasi ringan akibat minuman keras selalu dapat mendorong seseorang menyatakan nafsunya secara blak-blakan. Alkohol melemahkan pusat pengendalian diri di otak, sehingga inhibisi terdobrak dan gairah serta imajinasi sulit dikekang.

Lagipula, bagaimana kalau tiba-tiba kamu sendiri yang jadi begitu tertarik dengan rekan kerja yang setiap hari kamu temui? Dalam keadaan tidak mabuk sama sekali, rekan kerja yang selama ini ‘biasa’ saja, tiba-tiba menjadi begitu seksi? Tiba-tiba ia membuatmu ingin berciuman atau bahkan bermain seks dengannya?

Oh, tentu saja ini bukan cinta. Ini murni adalah nafsu, sebab ia datang dengan terburu-buru.

Dan nafsu ini bisa saja dipicu oleh sebuah mimpi. Mimpi erotis tepatnya. Beberapa orang bisa jadi begitu bernafsu pada rekan kerjanya karena ia pernah bermimpi begitu  tanpa sebab. Lantas sejak hari itu, ia berkhayal bisa mewujudkan mimpinya.

Pertanyaannya; mengapa kamu bermimpi begitu? Mungkinkah mimpi itu muncul sebagai pertanda kamu sedang merepresi perasaan yang sebenarnya? Konon kalau diam-diam menyukai seseorang namun sadar itu tak mungkin terjadi (karena banyak faktor), perasaanmu terdorong masuk dan menghasilkan mimpi tentangnya.

Saya sih skeptis. Saya pernah ngefans berat sama Keanu Reeves, ‘jatuh cinta’ malah. Tapi nggak sekalipun saya bermimpi erotis dengannya (berkhayal sih pernah, tapi itu beda). Sebaliknya, saya justru pernah bermimpi ciuman dengan orang yang jauh dari kateori ideal saya. Bangun-bangun, saya kesal sendiri. “Yaaah, sekalinya mimpi ciuman eh, kok sama dia sih! Rugi bandar euy.” 😀

Selama ini saya selalu percaya bahwa mimpi adalah hasil dari tabrakan memori-memori yang bersliweran di otak. Kadang dianggap represi bawah sadar. Setiap hari kita bertemu dan beraktivitas dengan rekan kerja itu, dan semuanya tersimpan dalam sel-sel memori. Saat libido muncul dan tak tersalurkan, jadilah kita mimpi bercinta dengan orang yang awalnya biasa-biasa saja itu.

Cuma kan, mimpi sensual dengan Keanu Reeves nggak bakal membuat saya menyalurkan nafsu, sebab gak ada akses ke sana. Bayangkan betapa sulitnya jika dengan rekan kerja sendiri, sebab kita bertemu setiap hari, setiap waktu – kadang berduaan pula di ruang kerja. Godaannya terlalu kuat. Lebih susah lagi kalau masing-masing sudah punya komitmen dengan pasangannya sendiri-sendiri.

Di sinilah, untungnya, kita memiliki mekanisme psikologis untuk bertahan. Kita diberi kemampuan untuk memilah diri dalam batasan-batasan yang aman. Bisa menggunakannya atau tidak, itu pilihan.

Terus, gimana dong supaya gak berhubungan seks dengan rekan kerja (apalagi yang sudah memiliki pasangan)? Nggg, kalau gak berani berselingkuh, ya…mimpi aja terus! Aman 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.